Polkam dan HAM

Parpol Harus Edukasi Paslon

Jum'at, 13 October 2017 08:49 WIB Penulis: MI

Pendukung pasangan calon John Tabo-Barnabas Weya melakukan aksi protes ke Kemendagri di Jakarta karena tidak terima terhadap hasil keputusan Mahkamah Konstitusi----Metro TV

SETIAP bakal pasangan calon (paslon) yang akan berkompetisi di Pilkada 2018 harus siap untuk menang, apalagi kalah. Pembentukan mental seperti itu harus juga menjadi tanggung jawab partai politik pengusung dan wajib dipersiapkan sejak dini.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini. Menurutnya, parpol memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pasangan calon yang bertarung dalam pemilihan kepala daerah baik di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi.

“Ini tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab dan peran partai politik untuk mendewa-sakan masyarakat dalam berdemokrasi. Jangan sampai parpol membiarkan terjadinya provokasi, apalagi penggunaan kekerasan dalam pilkada.”

Banyaknya kandidat paslon kepala daerah yang tidak siap menerima kekalahan mereka dalam pilkada mengakibatkan proses demokrasi di tingkat daerah menjadi tidak sehat. Peristiwa teranyar ialah protes dari kelompok pendukung pasangan calon John Tabo-Barnabas Weya yang kalah dalam pilkada Kabupaten Tolikara, Papua.

John Tabo, yang pernah menjabat sebagai Bupati Tolikara periode 2006-2011, bersama Barnabas Weya didukung empat parpol, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hanura, Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pendukung mereka melakukan aksi protes ke Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta karena tidak terima terhadap hasil keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengesahkan perolehan suara terbanyak milik paslon lawan, Usman Wanimbo-Dinus Wanimbo. (Ant/P-5)

Komentar