Polkam dan HAM

Polisi Segera Tetapkan Tiga Anggota Satpol PP Tersangka

Jum'at, 13 October 2017 09:42 WIB Penulis: MI

Metro TV

SETELAH menetapkan empat polisi sebagai tersangka, Polres Banyumas, Jawa Tengah, mengintensifkan pemeriksaan pada anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Hingga kemarin (Kamis, 12/10), proses pemeriksaan terus dilakukan dan telah dilakukan gelar perkara.

“Pemeriksaan masih intensif dilakukan dan sekarang tengah mengadakan gelar perkara. Mekanismenya, setelah gelar perkara baru ada penetapan tersangka,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Banyumas Ajun Komisaris Djunaedi, kemarin.

Polisi pun sudah memanggil tujuh anggota Satpol PP untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Dari pemeriksaan tersebut, polisi mengerucut pada tiga nama yang mungkin bakal jadi tersangka.

“Sudah ada tujuh anggota Satpol PP yang dipanggil dan dimintai keterangan. Dari pemeriksaan dan barang bukti yang ada, polisi telah mengerucutkan tiga nama sebagai calon tersangka. Mungkin penetapannya pada Jumat (hari ini) atau maksimal Senin mendatang,” lanjutnya.

Seperti diketahui, kontributor Metro TV Darbe Tyas menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan oleh polisi dan anggota Satpol PP saat meliput pembubaran demonstrasi penolakan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Alun-Alun Purwokerto, Senin (9/10) malam lalu.

Kejadian itu menyulut aksi solidaritas yang dilakukan sejumlah jurnalis di Kota Ambon yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi Maluku. Mereka menggelar aksi bakar lilin di Pattimura Park Kota Ambon, Rabu (11/10) malam, sebagai bentuk kecaman dan penyesalan atas tindakan kekerasan kepada sesama wartawan tersebut.

“Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan kami. Kekerasan terhadap jurnalis masih terjadi dan itu dilakukan aparat penegak hukum. Karena itu, kami mendesak pengusutan kasus ini hingga tuntas,” kata Ketua IJTI Maluku Juhri Salmanery.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTK) Kementerian ESDM Yunus Saiful Haq menegaskan pemerintah pusat tetap melanjutkan pembangunan PLTP Baturraden karena masuk proyek strategis yang diatur dalam Keppres No 3 Tahun 2016.

Hanya, pemerintah memin-ta PT Sejahtera Alam Energy (SAE) untuk bertanggung jawab atas dampak air keruh yang terjadi. (LD/HJ/P-5)V

Komentar