Polkam dan HAM

MK Jamin Keamanan selama Sidang

Jum'at, 13 October 2017 10:03 WIB Penulis: Nur Airvanni

ANTARA/Hafidz Mubarak

MAHKAMAH Konstitusi (MK) menegaskan pihaknya menjamin keamanan bagi siapa pun yang hadir selama sidang berlangsung. Namun, tidak demikian jika yang bersangkutan sudah selangkah keluar meninggalkan ruang sidang.

Hal itu ditegaskan Ketua MK Arief Hidayat saat menanggapi pernyataan dari kuasa hukum pemohon nomor perkara 48/PUU-XV/2017 Ahmad Khozinudin dalam sidang uji materi Perppu Ormas dengan agenda mendengarkan ahli dan saksi dari pemohon, kemarin.

Saat itu, Khozinudin tengah menyinggung perihal Eggi Sudjana yang sekaligus kuasa hukum pemohon nomor perkara 58/PUU-XV/2017 yang dilaporkan ke kepolisian karena pernyataannya yang diduga menyampaikan ujaran kebencian. Berkaca dari kasus Eggi tersebut, Khozinudin meminta MK untuk memberikan jaminan hukum baik kepada pemohon maupun pihak-pihak yang dihadirkan di dalam sidang.

“Kami butuh, baik sebagai pemohon ataupun pihak-pihak yang hadir dalam perkara ini, mendapat jamin­an hukum untuk mengajukan argumen, pernyataan, dan hal apa pun terkait dengan hal proses pengujian undang-undang,” kata Khozinudin dalam persidangan, di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (12/10).

Menanggapi itu, Arief menegaskan siapa pun yang hadir selama sidang berlangsung, MK menjamin keamanan mereka. “Kalau yang di luar kita tidak bisa menjamin. Namun, selama ada persidangan, semua yang hadir di sini dijamin keamanannya,” terang Arief.

Pekan lalu, Eggi melontarkan pernyataan seusai menghadiri sidang MK yang kemudian membuatnya dilaporkan ke polisi karena diduga berbau kebencian terhadap agama tertentu. Namun, karena wawancara dilakukan di luar area sidang, Arief Hidayat menilai hal itu bukan lagi tanggung jawab MK.

Nada tinggi
Ketika sidang akan disudahi, Khozinudin kembali angkat bicara. “Jika para pemohon ini tidak memperoleh proses yang adil dalam prosesnya, kami khawatir ini akan memengaruhi...,” kata dia yang langsung disela Arief.

Arief mempertanyakan apa maksud dari kata tidak adil yang disampaikan Khozinudin tersebut. Khozinudin sempat berbelit-belit dalam menjawab hal itu sebelum mengatakan pernyataannya hanya berupa pengandaian.

“Apa yang dimaksud tidak adil itu? Ini Anda kalau statement juga hati-hati lo ya,” kata Arief dengan nada cukup tinggi.

Ia mengingatkan Khozinudin untuk tidak berandai-andai dalam sidang yang kemudian akan berdampak pada citra MK yang dinilai tidak adil kepada para pemohon.

Sidang yang berlangsung sekitar 13 menit itu akhirnya ditutup. Awalnya, agenda sidang tersebut ialah mende­ngarkan keterangan saksi dan ahli dari pemohon nomor perkara 48/PUU-XV/2017. Dua ahli yang dihadirkan adalah Asep Warlan Yusuf dan Heru Susetyo, tapi keduanya berhalangan hadir saat itu. Begitu pula dengan dua saksi pemohon. (P-5)

Komentar