Nusantara

Deddy Mizwar Santai Hadapi Poros Baru

Jum'at, 13 October 2017 10:34 WIB Penulis: Nurul Hidayah

ANTARA/Wahyu Putro A

WAKIL Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengang­gap pembentukan Poros Baru hanya sebagai dinamika politik biasa. Saat ditemui di Cirebon, Jabar, kemarin, Deddy menilai pembentukan Poros Baru hanya upaya mencari orang yang terbaik untuk bertarung­ pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018.

“Gubernur (Jabar) 2018 sebenarnya sudah ada. Sudah Allah tetapkan sebelum kita lahir. Jadi, enjoy aja. Ini proses semuanya. Ada poros baru, poros lama, poros tengah, itu terserah,” kata Deddy.

Dia juga mengklaim hubungannya dengan Partai Gerindra tidak ada masalah. “Biasa-biasa saja, enggak ada masalah. Sehat-sehat saja, tuh,” kata Deddy.

PKS telah mengusung Deddy untuk berpasangan dengan Wakil Wali Kota Bekasi yang juga Ketua DPD PKS Jabar Ahmad Syaikhu. DPD Partai Gerindra Jabar menolak pengajuan pasangan itu.

Bahkan, Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi mengaku telah membentuk Poros Baru bersama Partai Demokrat, PAN, dan PPP sehingga di poros ini tidak melibatkan PKS.

Menurut Mulyadi, kandidat pemimpin Jabar akan diumumkan pada November. “Tiap partai akan menyodorkan nama, selanjutnya survei internal untuk mengukur elektabilitas dan popularitas kandidat,” kata Mulyadi.

Selain itu, sambung dia, koalisi itu juga akan membuat parameter dan melakukan studi terhadap kandidat. “Akan ada kajian Poros Baru mendengar. Partai-partai mengundang berbagai unsur di Jabar untuk memberikan masukan. Bukan hanya tentang kandidat, tapi bagaimana Jabar dibangun,” katanya.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar Rafani Achyar menilai kandidat pemimpin di Jabar harus memiliki citra agamais yang harus dibuktikan dengan empat indikator, yakni sidik, amanah, tablig, dan fatanah.

Selain itu, dia berharap pemimpin Jabar merupakan sosok yang berpengalaman di bidang pemerintahan. “Idealnya orang yang berpengalaman di pemerintahan,” katanya.

Dia menambahkan, Jabar juga membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menyatukan seluruh umat mengingat polarisasi di masyarakat yang semakin terlihat.

“Kalau hanya yang membela golongan tertentu, enggak akan memecahkan masalah. Polarisasi sudah tampak, terkait agama, pemikiran, bahkan strata,” katanya.

Pimpinan Pondok Pesan­tren Nurul Huda Al Khudori Kota Cimahi KH Muhammad Nurzen Khudori berharap calon pemimpin Jabar berlatar belakang pesantren.

Menurut dia, sosok yang mumpuni ialah Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum. “Beliau dari kalangan pesantren, cerdas, dan memiliki pengalaman di bidang pemerintahan,” katanya.

Oleh karena itu, dia mengaku siap mendukung Uu jika maju dalam Pilgub Jabar. “Tentu kami siap mendukung dan memenangkan Pak Uu. Saya siap menyosialisasikan ke pesantren lain,” katanya.

Serahkan rekomendasi
DPW PKB Jawa Timur menyerahkan surat keputusan berisi rekomendasi terhadap Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai calon gubernur.

“SK sebenarnya sudah sejak beberapa hari lalu, tapi baru kami serahkan hari ini dan sudah resmi PKB mengusung Gus Ipul sebagai calon gubernur,” ujar Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar saat ditemui di Surabaya.

SK yang ditandatangani Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen DPP PKB Abdul Kadir Karding­ bernomor 2347/DPP-03/VI/A.1/X/2017 tertanggal 5 Oktober.

Setelah penyerahan SK, kata dia, diharapkan seluruh kader dan pengurus se-Jatim melakukan konsolidasi untuk memenangkan Gus Ipul.

Saat disinggung nama pasangan Gus Ipul, kakak kandung­ Muhaimin Iskandar itu mengaku masih menunggu keputusan partai serta menunggu koalisi partai yang memiliki visi misi sama.

Gus Ipul bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan mengusung nama­nya sebagai calon gubernur melalui PKB. “PKB sudah berkomitmen lama secara lisan, dan sekarang tulisan. Artinya, PKB konsisten dan terima kasih atas kepercayaannya,” kata dia. (BY/AB/Ant/N-1)

Komentar