Nusantara

Pilkada Tetap Pakai Kotak Aluminium

Jum'at, 13 October 2017 10:36 WIB Penulis: MI

ANTARA/Moch Asim

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat memastikan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 masih menggunakan kotak suara aluminium, bukan kotak transparan.

“Ini jangan salah paham. Kotak suara transparan itu hanya diberlakukan untuk Pemilu 2018. Untuk pilkada masih menggunakan kotak suara lama yang dari aluminium,” kata Komisioner KPU Jabar Nina Yuningsih di Cianjur, kemarin.

KPU Jabar, jelas dia, masih menginventarisasi kotak suara aluminimum yang tersedia. “Kita coba inventarisasi lagi karena mungkin saja ada yang rusak,” bebernya.

Saat ini, lanjut dia, KPU Jabar sedang fokus merekrut Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 27 kota dan kabupaten di Jabar.

Untuk rekrutmen di Kabupaten Cianjur, diakuinya, menjadi perhatian khusus. Sebab, pada Pemilu 2014, terjadi dugaan kecurangan yang melibatkan komisoiner KPU Cianjur dan PPK.

KPU Jabar, jelas dia, juga mengawasi kinerja PPK dan PPS di seluruh daerah. “Kita tidak lagi menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada KPU kota dan kabupaten. Ketika diberikan kewenangan, ternyata bisa jadi offside.”

KPU Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mulai hari ini hingga 17 Oktober membuka pendaftaran calon PPK dan PPS.

Ketua KPU Temanggung Sujatmiko menjelaskan pendaftaran terbuka untuk semua WNI dan berintegritas.

Gubernur Sumatra Selatan Alex Noer­din meresmikan peluncuran tahapan pilkada serentak di Sumsel pada 2018. Peluncuran ditandai dengan pemukulan tambur oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin bersama anggota Komisioner KPU Viryan, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu Harjono, dan Ketua KPU Provinsi Sumsel Aspahani. (BB/TS/DW/N-1)

Komentar