Ekonomi

Industri Menggeliat, Konsumsi Listrik Meningkat

Jum'at, 13 October 2017 13:18 WIB Penulis: MI

ANTARA/Kornelis Kaha

BEBAN puncak sistem listrik Jawa-Bali mencatatkan rekor baru. Pada 11 Oktober 2017 pukul 18.00 WIB beban puncak listrik di zona itu (Jawa-Bali) tercatat 25.665 megawatt (Mw), memecahkan rekor sebelumnya yakni 25.414 Mw yang terjadi pada 6 Oktober 2017 pukul 18.00 WIB.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka menyatakan naiknya beban puncak itu mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi listrik pelanggan PLN. “Ini pertanda baik. Ketersediaan listrik yang dipasok PLN mampu diserap dengan baik dan terus bertambah dari hari ke hari oleh pelanggan PLN,” ujar Made dalam keterangan resminya, kemarin.

Lebih lanjut, Made menjelaskan indikasi tumbuhnya konsumsi listrik juga dapat terlihat pada beban puncak pemakaian listrik pada siang hari. Pada tanggal yang sama, 11 Oktober 2017, beban puncak siang juga mencetak rekor baru sebesar 24.904 Mw yang terjadi pukul 13.30 WIB. Beban puncak siang sebelumnya terjadi pada 6 Oktober pukul 14.00 WIB sebesar 24.760 Mw.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno mengakui, saat ini industri dalam negeri sudah mulai berjalan dengan baik. Utilisasi pabrik dalam negeri diklaim di atas 70%.

“Tadinya utilisasi hampir semua industri di bawah 70%. Itu karena importasi borongan atau selundupan ditutup,” tukas Benny di Jakarta, kemarin. Benny mengatakan saat ini konsumsi listrik oleh industri mulai bertambah dari sebelum dibentuknya Satgas Penertiban Barang Berisiko Tinggi.

Ekonom Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih mengatakan kenaikan beban puncak tersebut harus terus dilihat. Bila kenaikan itu berkelanjutan, ada kemungkin­an kegiatan ekonomi memang makin bergeliat.

“Hasil survei kegiatan dunia usaha (SKDU) Bank Indonesia kuartal IV memang ada potensi membaik,” ujarnya. (Jes/E-2)

Komentar