Ekonomi

Rumania Ingin Buka Perjanjian Dagang Bilateral dengan Indonesia

Jum'at, 13 October 2017 13:45 WIB Penulis: Gabriela Jessica Restiana Sihite

ANTARA

RUMANIA menyatakan niatnya untuk membuat perjanjian dagang bilateral dengan Indonesia. Negara anggota Uni Eropa tersebut ingin membuka jalur perdagangan dan investasi sendiri dengan Indonesia di samping melaksanakan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA).

Hal itu diungkapkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai menerima kedatangan Sekretaris Negara untuk Invetasi Asing Rumania Paula Pirvanescu pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 hari ketiga di Tangerang, Banten, Jumat (13/10).

Indonesia meminta dukungan Rumania untuk mempercepat perundingan IEU CEPA guna meningkatkan perdagangan dan investasi.

"Mereka bilang akan lakukan (percepatan perundingan IEU CEPA). Hanya, dia justru usul bagaimana kita secara simultan ada perjanjian bilateral. Nah, ini tentu kita merespon positif," ucap Enggar.

Rumania, kata Enggar, ingin membuat perjanjian dagang bilateral karena melihat potensi produk dan bahan baku yang dimiliki Indonesia. Ia mencontohkan kosmetik dan sabun yang ingin diimpor oleh Rumania.

Selain itu, Rumania juga mengapresiasi perubahan kemasan produk makanan Tanah Air yang dianggap makin menarik.

"Dia sendiri yang mengatakan memang ada perubahan, sehingga volume dari sini akan bertambah. Bahkan, Duta Besar Rumania sudah membeli beberapa contoh untuk kemudian ia sampaikan juga kepada pengusaha di sana," tukas Enggar.

Adapun neraca perdagangan Indonesia-Rumania memberikan surplus bagi Indonesia tiap tahunnya. Selama 2016, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$50,4 juta. Produk utama ekspor Indonesia ke Rumania antara lain, karet, mesin elektronik dan perangkatnya, dan kertas. Sementara itu, impor utama dari Rumania ialah sereal, mesin dan pemanas, dan pesawat.

Pada Januari-Juli 2017, surplus neraca perdagangan Indonesia dengan Rumania mencapai US$45,7 juta atau naik 129% dari periode yang sama tahun lalu.

"Nah, neraca perdagangan dengan Rumania kita surplus. Mereka pun mencari peluang lain di luar apa yang mereka sedang jalankan, antara lain mereka membutuhkan tenaga terampil untuk mengisi level manajemen. Dia bilang banjirnya banyak dari Filipina, mengapa Indonesia tidak? Di sini dia melihat potensi yang dimiliki oleh tenaga terampil kita. Mereka juga mengundang kontraktor kita datang untuk bekerja di sana," papar Enggar.

Enggar menilai perjanjian dagang bilateral akan berbentuk perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement) untuk sektor perdagangan barang terlebih dahulu. Ditargetkan, perundingan untuk FTA tersebut akan dimulai tahun ini.

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyatakan investor Rumania akan membangun pabrik sabun di Indonesia. Harapannya, produk sabun yang diminati Rumania bisa sesuai standar Uni Eropa.

"Awalnya mereka mau impor dulu, baru nanti mau produksi di sini karena harus sesuai standar Eropa. Mungkin dia tertarik dengan produsen yang kecil, bukan yang besar karena yang besar sudah banyak masuk juga ke sana," imbuh Oke. (OL-6)

Komentar