Ekonomi

Tol Pandaan-Malang & Tol Manado-Bitung Selesai Selesai Sesuai Target

Jum'at, 13 October 2017 14:25 WIB Penulis: Erandhi Hutomo Saputra

ANTARA MOCH. ASIM

DUA ruas tol Pandaan-Malang dan Manado-Bitung akhirnya memperoleh kepastian pembiayaan. Tol Pandaan-Malang sepanjang 37,6 km mendapat pembiayaan sebesar Rp4,17 triliun yang berasal dari sindikasi bank yakni BCA Rp1 triliun, BNI Rp1 triliun, Bank Mandiri Rp1 triliun, Bank ICBC Rp500 miliar, Eximbank Rp500 miliar, dan Bank Jateng Rp179 miliar.

Sementara tol Manado-Bitung sepanjang 39 km mendapat pembiayaan sebesar Rp3,58 triliun yang juga berasal dari sindikasi bank yakni BNI Rp652 miliar, Bank Mandiri Rp652 miliar, BCA Rp652 miliar, PT SMI Rp652 miliar, Bank ICBC Rp500 miliar, Bank Sulselbar Rp200 miliar, Bank Riau Kepri Rp200 miliar, dan Bank Jateng Rp75 miliar.

"Semoga ini dapat memperlancar pembangunan dan operasi ke depannya," ujar Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal usai penandatanganan dengan sindikasi bank di Kantor Pusat Jasa Marga Jakarta, Jumat (13/10).

Di tempat yang sama, Direktur Utama Jasa Marga Pandaan Malang Agus Purnomo mengatakan jika pembiayaan tersebut sudah cukup untuk kebutuhan pekerjaan konstruksi dan operasional. Dengan demikian target penyelesaian proyek pada akhir tahun 2018 bisa terealisasi.

"Target konstruksi (selesai) dan pengoperasian dilakukan pada akhir tahun 2018," kata Agus.

Saat ini, pembebasan lahan secara keseluruhan dari seksi I-V untuk proyek tersebut sudah mencapai 78%. Rinciannya, untuk seksi I-III sepanjang 30 km pembebasan lahan sudah mencapai lebih dari 92%, sedangkan untuk seksi IV-V di wilayah Kota Malang dengan panjang 7,6 km pembebasan lahan baru mencapai 40%.

Namun demikian, Agus menargetkan sisa lahan yang belum bebas tersebut bisa selesai pada tahun ini dengan dana talangan melalui sindikasi bank yang segera terealisasi Rp1,9 triliun.

"Untuk progres konstruksi sudah mencapai 25,6% fisik di lapangan, mudah-mudahan bisa memenuhi target," tukasnya.

Senada, Dirut Jasa Marga Manado Bitung, George Manurung optimis target penyelesaian tol di Sulawesi Utara itu akan beroperasi pada triwulan II 2019. Saat ini progres pembebasan lahan pada seksi I dari Manado-Airmadidi (km 0-14) yang dikerjakan oleh pemerintah sepanjang 7 km pertama sudah mencapai 90% dan 7 km kedua sudah mencapai 65%.

Sementara seksi II yang dibangun Jasa Marga Manado Bitung dari Airmadidi-Bitung (km 14-39) progres pembebasan lahan dari km 14-25 sudah mencapai 84% dan dari km 25-39 sudah mencapai 16%.

Untuk pembebasan lahan tersebut, pihaknya sudah menyiapkan dana sebesar Rp1,4 triliun di luar perjanjian pembiayaan yang ditandatangani hari ini. Dari jumlah itu, yang sudah dibayarkan Rp316 miliar, adapun sisanya tinggal menunggu dari PPK tanah untuk melakukan pembayaran.

"Butuh dukungan dari berbagai pihak dalam pembebasan tanah baik dari BPJT, BPN, KPPIP termasuk Pemda Sulut, sehingga bisa selesai sesuai target operasi pada triwulan II 2019," tukasnya.

Adapun pembiayaan Rp3,58 yang didapatkan pada hari ini, kata George, sudah cukup untuk dana konstruksi dan operasional. Pasalnya, pembiayaan tersebut sudah mencapai 70% dari nilai investasi sebesar Rp5,1 triliun. Untuk seksi I yang dibangun pemerintah sudah mendapat dana dari APBN dan pinjaman pemerintah Tiongkok.

"Untuk konstuksi kami sudah capai 22% di ruas seksi 2A km 14-25," pungkasnya. (OL-6)

Komentar