Ekonomi

Kontrak Dagang TEI Capai US$442 Juta

Jum'at, 13 October 2017 19:01 WIB Penulis: Gabriela Jessica Restiana Sihite

FOTO/SETPRES

PEMERINTAH mencatat pertambahan nilai kontrak dagang (buying mission) selama Trade Expo Indonesia (TEI) 2017. Hingga saat ini, nilai kontrak dagang mencapai lebih dari US$442 juta.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan pada hari pertama, kontrak dagang mencapai US$16,06 juta dengan Spanyol, Singapura, dan Australia. Sementara pada hari kedua mencapai US$154 juta dengan 12 negara.

Pada hari ketiga, Arlinda menyebut nilai kontrak dagang yang ditandatangani dalam nota kesepahaman (MoU) mencapai US$49,58 juta. Nilai tersebut belum termasuk MoU kontrak dagang yang diteken sebelum perhelatan TEI sebesar US$223,29 juta.

"Ini prestasi yang naik. Tahun lalu, nilai akhirnya US$207 juta atau sekitar Rp2,7 triliun. Artinya, jumlah itu cukup meningkat," ucap Arlinda usai penandatanganan MoU kontrak dagang di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat (13/10).

Adapun pada hari ketiga TEI, kontrak dagang dihasilkan dengan Thailand, Mesir, dan Arab Saudi. Dengan Thailand, perusahaan swasta Indonesia akan mengekspor balsem. Sementara itu, dengan Arab Saudi kontrak dagang produk kayu sekitar US$1,3 juta.

"Yang paling besar MoU kontrak dagang dengan Mesir hingga US$30 juta. Produknya kopi yang diminato di sana," papar Arlinda.

Hingga TEI 2017 berakhir pada 15 Oktober mendatang, Arlinda menargetkan kontrak dagang yang disepakati mencapai US$1,1 miliar.

"Saya yakin jumlah itu bisa terpenuhu. Kita masih punya waktu tiga hari dan masih gerilya menggaet para buyer," imbuh Arlinda. (OL-6)

Komentar