Gaya Urban

Pilates di Antara Pencakar Langit

Ahad, 15 October 2017 01:01 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

MI/Ramdani

LANGIT senja yang mendung hari itu terlihat makin indah di atas ketinggian Menara BCA di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Di puncak gedung 56 lantai itu pula enam perempuan muda berkumpul.

Namun, mereka bukan saja menikmati suasana, melainkan berpenampilan dengan baju olahraga dan menggelar matras. Mereka sudah siap mengucurkan keringat.

Itulah kelas kebugaran bernama Pilates in the Sky. Memilih lokasi di ruang terbuka yang tinggi, instruktur kelas ini mengaku ada banyak keunggulan yang disasar.

“Memang Pilates in the Sky ini terasa berbeda sensasinya karena kita lakukan di ruang terbuka dan udaranya bersih,” tutur instruktur Pilates in the Sky, Marsella Margareth, ketika dijumpai di Sky Bar & Restaurant, Jakarta, Senin (9/10).

Sensasi itu pula yang terasa nikmat bagi peserta bernama Anabelle Lenore. “Feel-nya beda banget. Pilates di rooftop lantai 56 dengan pemandangan gedung-gedung Jakarta. Ditambah cuaca hari ini sejuk banget karena tadi baru turun hujan,” ungkapnya.

Meski soal kualitas udara Jakarta masih bisa diperdebatkan, memang ada nuansa kesegaran yang lebih ketimbang berolahraga di ruang tertutup. Tiupan angin menghadirkan suasana yang lepas sehingga terasa makin menyenangkan bagi mereka yang menyukai suasana ruang.

Selain itu, berada di puncak gedung, ada pula sensasi dari adrenalin yang sedikit tergelitik, terutama bagi mereka yang agak fobia ketinggian.

Soal gerakan, kelas ini tidak berbeda dengan kelas pilates umumnya, di antaranya gerakan push-up, sit-up, dan plank. Kemudian ada pula gerakan teaser yang dilakukan dengan duduk di lantai kemudian mengangkat kedua kaki dan tubuh atas sehingga tubuh membentuk huruf ‘V’. Marsella juga mengajak peserta untuk melakukan set gerakan criss-cross. Gerakan ini juga dilakukan sambil duduk di lantai. Kedua tangan menyiku ke belakang kepala kemudian tubuh diangkat bersilangan ke kaki.

Gerakan-gerakan ini sangat bermanfaat untuk membentuk otot perut (core). “Kalau gerakan memang kebanyakan sama dengan biasa pilates di dalam ruangan. Akan tetapi, latihan hari ini lebih terasa di bagian core dan perut saja,” ujar Anabelle.

Perbaiki postur

Sebagaimana keunggulan pilates yang dikenal selama ini, yakni untuk menjaga postur dan keseimbangan tubuh, hal itu pula yang menjadi tujuan sebagian peserta. Salah satunya Aresta Ghana.

Ia mengaku memilih olahraga pilates karena memang ingin memperbaiki postur tubuh, selain menjaga kebugaran serta membentuk massa otot.

“Kebetulan saya sudah memiliki satu anak, jadi bentuk tubuh sudah berubah ketika sewaktu belum melahirkan. Nah pilates ini sangat membantu saya memperbaiki postur dan bentuk tubuh saya,” ujar perempuan 34 tahun itu.

Selain itu, Arestha mengaku melakukan pilates cukup menjadi kompensisasi dari kegiatan sehari-hari dengan pekerjaan yang hanya dilakukan di belakang meja sehingga ia selalu menyempatkan waktu untuk mengambil kelas kebugaran.

“Saya pasti menyempatkan diri untuk setidaknya seminggu sekali mengikuti kelas kebugaran seperti pilates ini. Nah kebetulan kali ini ada kelas Pilates in the Sky, sangat menarik dan buat penasaran,” sambungnya.

Menurut Aresta, mengikuti kelas Pilates in the Sky ini sangatlah menyenangkan. Selain sangat jarang ada kelas seperti ini, melakukan olahraga di ketinggian dengan udara yang sejuk tentunya menambah pengalaman baru.

“Jujur ini baru pertama kali ikut kelas pilates di outdoor, pemandangan gedung-gedung jakarta, cuaca lagi dingin dan bisa lihat sunset. Luar biasa sekali buat saya,” takjubnya. (M-3)

Saksikan videonya di bawah ini:

Komentar