Ekonomi

Transaksi TEI 2017 Tumbuh 24,3%

Senin, 16 October 2017 09:07 WIB Penulis: Fetry Wuryasti

ANTARA/ABDILAH

MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 pada 11-15 Oktober 2017 sukses. Nilai transaksi mencapai US$1,268 miliar, atau setara Rp16,86 tri­liun. Nilai itu melampaui target US$1,10 miliar dan melewati nilai tahun lalu sebesar 24,3% sejumlah US$1,02 miliar.

Nilai itu juga masih akan terus bertambah seiring dengan terealisasinya kontrak dagang dari beberapa potential buyer yang tengah melakukan kunjungan lapangan ke daerah produksi eksportir ma­sing-masing. “Antusiasme buyer sangat menggembirakan dan kami bersyukur dengan naiknya nilai transaksi ini,” ujar Enggartiasto pada penutupan TEI 2017, di ICE BSD, Banten, kemarin.

Menurut Enggar, di lokasi penyelenggaraan yang baru, TEI dapat terlaksana lebih baik jika dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya. Tercatat sebanyak 22.088 pengunjung datang dari 113 negara. Negara dengan jumlah kunjungan buyer tertinggi selain dari Indonesia, antara lain berasal dari Jepang, Afghanistan, Arab Saudi, India, dan Malaysia.

Sejak dibuka Rabu (11/10) lalu, perolehan TEI 2017 sesuai dengan tujuan awal, yaitu menciptakan diversifikasi pasar dan produk. Pencapaian itu terlihat dari produk yang diminati selama TEI, yaitu batu bara, kopi, minum­an, otomotif dan komponennya, CPO, makanan olahan, produk elektronik dan listrik, produk pertanian, minyak esensial, dan kosmetik. Banyak buyer yang juga datang dari negara nontradisional seperti kawasan Afrika, Eurasia, Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Amerika Selatan.

“Pencapaian ini menumbuhkan optimisme pada peningkatan kinerja ekspor nasional tahun ini,” tandasnya.

Antusiasme buyer juga terlihat untuk produk pangan dan kuliner Indonesia. Sekitar 160 stan dari 34 provinsi di Indonesia turut meramaikan Promosi Kuliner dan Pangan Nusantara 2017. Nilai transaksi yang terjadi di Pangan Nusantara cukup signifikan, yaitu sebesar Rp15 miliar yang terdiri dari gerai kuliner Nusantara Rp1,4 miliar dan transaksi pesanan buyer luar negeri terhadap produk seperti kopi, teh, makanan ringan, dan abon Rp13,6 miliar.

Terdapat pula MoU yang berisi kesepakatan penjualan batu bara kepada buyer yang berasal dari Laos atas upaya KBRI di Vientiane, Laos, sebesar US$588 juta, atau setara dengan Rp7,82 triliun. “Pemerintah akan terus memantau dan membantu tindak lanjut kontrak dagang yang dihasilkan TEI 2017. Nilai ini diyakini akan terus meningkat meskipun TEI ditutup karena adanya sebagian buyer yang masih akan menindaklanjuti beberapa transaksi pembelian di luar pameran,” jelasnya.

Peluang di Nigeria
Dalam ajang TEI itu juga, enam badan usaha milik negara (BUMN) yang terkait dengan sektor transportasi mengejar peluang bisnis di Nigeria. Keenam BUMN Indonesia itu ialah PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, Pelindo, Garuda Indonesia, PT Industri Kereta Api, dan PT Pindad.

Mereka bersama Bank Exim mengelar pertemuan bisnis dengan Menteri Transportasi Nigeria Chibuike Rotimi Amaechi. Kementerian Luar Negeri secara khusus menginisiasi dan mengatur pertemuan itu. (Ant/E-1)

fetry@mediaindonesia.com

Komentar