KICK ANDY

Tenun Membawa Berkah

Sabtu, 21 October 2017 05:33 WIB Penulis: (Rio/M-3)

MI/SUMARYANTO BRONTO

MARTA Kewuan. Itulah nama perempuan asal Lamaole, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, yang aktif berjuang meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Perjuangan Marta ini dilakukan dengan mendirikan kelompok tani dan kelompok tenun yang dirinya gagas pada 1994. Dalam kelompok tani, Marta memberikan sosialisasi untuk menghidupkan lahan tidur sekitar rumah agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa harus membeli. Marta juga kerap bekerja sama dengan dinas pertanian untuk memberi pelatihan kepada masyarakat seperti membuat pupuk dan mengolah hasil bumi menjadi produk olahan yang bernilai ekonomis.

Sementara itu, dalam kelompok tenun, Marta mengajari para perempuan untuk membuat kain tenun dengan motif dan warna yang sesuai dengan selera pasar. Dalam perjalanannya, Marta melihat modal usaha kerap menjadi hambatan bagi warga desa untuk berkembang. “Mengapa saya memberdayakan perempuan? Karena perempuan di sini sangatlah memiliki semangat luar biasa, pantang menyerah, dan suka bekerja keras. Jadi, saya yakin jika mereka diberikan pelatihan, tentu akan sukses dan bisa mandiri,” ucap Marta.

Melihat permasalahan utama yang dialami masyarakat yakni masalah permodalan, ia mendirikan kelompok simpan pinjam yang kini sudah berkembang sampai menjadi koperasi. Masyarakat pun sangat terbantu dengan keberadaan koperasi ini untuk mendapatkan segala permodalan dan mengatur keuangan mereka.

“Masalah pendanaan dan modal memang menjadi masalah utama waktu itu. Tapi setelah dibentuk koperasi yang awalnya hanya bisa meminjam lima ribu rupiah, kini sudah bisa sampai tiga juta,” ujar Marta. Semua manfaat itu pun sudah banyak dirasakan masyarakat setempat. Pasalnya, masyarakat yang dulunya kerap menganggur, kini sudah memiliki penghasilan tetap dan semakin produktif. (Rio/M-3)

Komentar