Jeda

Menanti Air PAM Berkualitas

Ahad, 5 November 2017 05:40 WIB Penulis: FD/Zuq/BN/DD/M-3

Ilustrasi

MALENA, seorang warga Pejaten Timur, Jakarta Selatan, bukannya tidak sadar akan dampak buruk lingkungan dari penyedotan air tanah, termasuk penurunan muka tanah. Belum lagi biaya listrik bulanan yang berkisar Rp1 juta akibat penggunaan pompa. Meski begitu, ia belum bisa beralih menggunakan air ledeng karena kualitasnya yang tidak sebaik air tanah.

Hal sama dirasakan Lenny, warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat. “Kamu lihat kan kualitas airnya bening, sementara tetangga yang pakai air PAM sering mengeluh tidak lancar dan bau,” tutur Lenny sembari menunjuk air tanah yang sudah 20 tahun memenuhi kebutuhan di rumah itu kepada Media Indonesia, Kamis (2/11). Malena dan Lenny mengaku akan senang hati beralih jika air ledeng benar berkualitas.

Saat banyak warga Jakarta masih bermimpi mendapat air PAM berkualitas, tidak demikian halnya dengan warga Kota Malang dan Bogor.

Di beberapa sekolah, taman kota hingga lembaga pemasyarakatan di Kota Malang, JawaTimur, tersedia anjungan keran air siap minum yang airnya merupakan air PDAM. “Air PDAM sudah bisa langsung diminum,” jelas Humas PDAM Kota Malang, Machfiyah, Jumat (3/11).

Meski belum dalam kualitas langsung minum, layanan air PDAM Kota Bogor, Jawa Barat, juga berprestasi. April lalu, lembaga survei Water Supply and Sanitation Index (WSSI) menobatkan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai PDAM terbaik se-Indonesia dengan raihan skor 59,97. Sementara itu rata-rata nasional (37,73) dan provinsi (38,47).

Layanan air ledeng di dua kota itu menjadi contoh kesuksesan penyediaan air bersih di perkotaan. Meski Bogor dan Malang memiliki keunggulan geografis di wilayah hulu, kemandirian penyediaan air dapat menjadi acuan bagi Jakarta yang baru saja mendapat putusan soal swastanisasi air. Oktober lalu, Mahkamah Agung (MA) memerintahkan penghentian kebijakan swastanisasi air minum di Jakarta. Warga berharap perubahan kebijakan juga bisa mengubah kualitas layanan air bersih. (FD/Zuq/BN/DD/M-3)

Komentar