Internasional

Kerangkeng Mewah sang Pangeran

Kamis, 9 November 2017 06:08 WIB Penulis: Telegraph/Hym/X-4

Hotel mewah Ritz Carlton di Riyadh, Arab Saudi. Hotel tersebut menjadi penjara bagi 49 anggota elite Saudi, termasuk 11 pangeran, atas tuduhan pencucian uang, penyuapan, pemerasan, dan penyalahgunaan jabatan publik. -- ritzcarlton.com

KARPET bermotif indah nan mewah serta lampu gantung yang berkilauan sejatinya membuat nyaman seorang pangeran. Namun, bagi beberapa bangsawan senior Kerajaan Arab Saudi, ballroom Hotel Ritz Carlton di Riyadh bagai kerangkeng disepuh emas.

Rekaman video muncul, kemarin, yang menunjukkan bagaimana hotel mewah tersebut diubah menjadi sebuah kamp penjara yang aneh. Di sana, beberapa sosok terkaya dan terkuat di negara petrodolar, termasuk Pangeran Alwaleed bin Talal, tidur dengan selimut di lantai.

Sekitar 49 anggota elite Saudi, termasuk 11 pangeran, menghadapi tuduhan pencucian uang, penyuapan, pemerasan, dan penyalahgunaan jabatan publik. Mereka ditangkap dalam serangkaian operasi antikorupsi yang luar biasa pada Minggu (5/11).

Penangkapan tersebut mengirim gelombang kejut ke seluruh negeri dan telah ditafsirkan oleh beberapa orang sebagai upaya penyingkiran saingan Mohammed bin Salman, putra mahkota yang masih muda, 32 tahun.

“Ada sinyal kepada dunia bahwa Mohammed bin Salman memegang kendali tanggung jawab dan sekaya apa pun dia akan tangani,” ujar seorang pebisnis.

Hotel Ritz-Carlton, yang menyebut dirinya sebagai ‘hotel dan resor mewah’ selama ini menjadi tempat peristirahatan bagi keluarga kerajaan, kalangan bangsawan, serta para pemimpin dunia.

Dua pekan yang lalu hotel bintang lima tersebut menjadi tempat penyelenggaraan konferensi, tempat Mohammed bin Salman mengumumkan rencananya untuk melakukan reformasi menyeluruh di seluruh kerajaan.

Konferensi yang dijuluki ‘Davos di Padang Pasir’ itu dihadiri oleh pejabat asing dan tokoh bisnis terkemuka.
Jaksa Agung Arab Saudi Sheikh Saud al Mojeb menegaskan pihaknya sudah mengumpulkan bukti dugaan korupsi para tersangka. Mereka, kata dia, akan diproses hukum secara adil dan transparan. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tidak segan akan menyita aset para pangeran yang diperoleh secara ilegal.

Belum diketahui secara pasti berapa lama para elite Saudi akan ditahan di hotel tersebut. Namun, website hotel mengumumkan bahwa hotel telah dipesan sampai 16 Desember.

Sebelumnya, pihak hotel meminta para tamu angkat kaki pada Senin (6/11) karena keadaan yang tidak terduga dan berada di luar kontrol manajemen. (Telegraph/Hym/X-4)

Tonton videonya:

Komentar