Polri Siapkan Langkah Tegas

Selasa, 14 November 2017 07:04 WIB Penulis: HJ/Sru/MC/Ant/X-5

MI/M IRFAN

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian menyatakan Polri bersama TNI masih terus melakukan pendekatan persuasif terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) untuk mengakhiri penyanderaan sekitar 1.300 warga Kampung Banti dan Kimberly, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Upaya damai itu dilakukan dengan melibatkan tokoh masyarakat, adat, dan pendeta setempat.

Namun, tegas Tito, jika upaya luwes tersebut menemui jalan buntu, pihaknya dengan dibantu TNI akan mengambil langkah tegas penegakan hukum.

Kini ada 200 personel satgas gabungan Polri-TNI yang menangani kasus ini.

"Saya sudah berdiskusi dengan Bapak Panglima TNI (Jenderal Gatot Nurmantyo). Jika langkah persuasif tidak bisa, tidak ada titik temu, deadlock, kita tidak ada cara lain, negara akan melakukan tindakan dalam rangka menegakkan kembali ketertiban, keamanan, dan penegakan hukum," tegas Kapolri di Kantor Polda Maluku, kemarin.

Dalam rangka upaya persuasif itu, Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar telah mengeluarkan maklumat yang isinya meminta KKB segera meletakkan senjata dan menyerahkan diri.

Maklumat itu dikeluarkan pada Minggu (12/11) dan disebarluaskan ke wilayah Tembagapura, meliputi Kampung Utikini, Kembeli, Banti, Obitawak, Arwanop, dan Kampung Singa.

"Tujuannya agar masyarakat tahu dan KKB tidak melakukan tindakan melanggar hukum," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal, kemarin.

Diperkirakan, KKB yang mengisolasi warga di dua kampung itu terdiri atas 100 orang. Mereka membawa sekitar 30 senjata api serta sejumlah senjata tradisional, di antaranya panah.

Jarak antara Kimberly dan Banti mencapai 250 meter. Jarak dengan Polsek Tembagapura sekitar 400 meter.

Warga yang disandera terdiri atas warga asli Banti dan Kimberly serta warga non-Papua yang berprofesi sebagai pendulang dan pengumpul emas hasil dulangan masyarakat.

Sementara itu, bantuan pangan Pemkab Mimika untuk para sandera belum terserap semua. KKB masih membatasi warga keluar kampung mereka.

"Yang diberi akses keluar kampung hanya ibu-ibu," ujar Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri.

Komentar