Megapolitan

Polda Metro Periksa Ketua BPRD DKI terkait Reklamasi

Selasa, 14 November 2017 19:36 WIB Penulis: Antara

Ketua BPRD DKI Edi Sumantri---ANTARA

PENYIDIK Polda Metro Jaya memeriksa Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Edi Sumantri, guna mengklarifikasi Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) reklamasi pulau Teluk Jakarta.

"Pemeriksaan terkait penetapan NJOP reklamasi pulau," kata Kepala Subdirektorat Sumber Daya dan Lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Sutarmo, di Jakarta, Selasa (14/11).

Sutarmo menyebutkan, penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengajukan 115 pertanyaan kepada Edi Sumantri berkaitan dengan prosedur dan aturan penetapan NJOP.

Dikatakan Sutarmo, penyidik kepolisian akan meminta keterangan pihak yang berkepentingan pada proyek reklamasi pulau Teluk Jakarta termasuk pejabat Pemerintah Provinsi DKI, kementerian, dan pengembang.

Sutarmo menuturkan Edi meminta pemeriksaan dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB karena harus mengikuti rapat dengan menunjukkan surat dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Penyidik awalnya menjadwalkan pemeriksaan Edi pada Kamis (16/11) depan, tetapi saksi tersebut minta agenda dimajukan lantaran harus menghadiri rapat.

Polisi telah memeriksa tiga saksi yakni Kepala Bidang Peraturan BPRD DKI, Kepala Bidang Perencanaan BPRD DKI, dan staf BPRD Penjaringan Jakarta Utara pada Rabu (8/11).

Anggota Polda Metro Jaya meningkatkan status laporan perkara proyek pulau reklamasi dari penyelidikan ke penyidikan.

Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik mengindikasikan pada proyek reklamasi Pulau C dan D terjadi penyelewenangan anggaran negara.

Dugaan penyelewengan anggaran negara itu pada NJOP Pulau C dan D yang ditetapkan DPRD DKI senilai Rp3,1 juta per meter tetapi realisasinya mencapai kisaran Rp25 juta per meter hingga Rp30 juta per meter.

Terkait penetapan NJOP itu, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menduga terjadi tindak pidana korupsi pada proyek reklamasi pulau tersebut. (OL-2)

Komentar