Nusantara

Pasokan Pupuk di Daerah Aman

Selasa, 14 November 2017 23:00 WIB Penulis:

FOTO ANTARA/Audy Alwi

KEPALA Pemasaran Pupuk Kaltim Nusa Tenggara Timur (NTT) Istadi menjamin tidak terjadi kelangkaan pupuk urea bersubsidi pada awal musim tanam November-Desember 2017. Stok pupuk urea bersubsidi yang tersimpan di 11 gudang milik PT Kaltim di daerah itu per 14 November sebanyak 6.072 ton, yang merupakan sisa kuota 2017. Kuota pupuk urea bersubsidi pada tahun ini berjumlah 22.789 ton. “Kebutuhan pupuk urea bersubsidi November sampai Desember 2017 antara 2.500-3.500 ton. Kalau stok yang ada baru terpakai 50%,” kata Istadi kepada wartawan, Selasa (14/11)..

Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan pupuk urea di awal musim tanam, Dinas Pertanian NTT telah mengajukan penambahan pupuk urea ke Kementerian Pertanian sebanyak 5.000 ton. Jika disetujui, tambahan pupuk itu bisa dimanfaatkan petani sampai awal 2018.
Adapun di Tasikmalaya, Jawa Barat, pendistribusian pupuk bersubsidi dan kebutuhan benih telah terpenuhi. Kepala Seksi Alat Mesin Pertanian dan Sarana Produksi, Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Asep Kuswara mengatakan seluruh kebutuhan pupuk dan benih tanaman untuk lahan seluas 52.000 hektare yang tersebar di 351 desa atau 39 kecamatan ini telah terpenuhi.

Sebaliknya di Klaten, Jawa Tengah, serapan pupuk organik untuk sektor pertanian masih rendah. Hingga akhir Oktober, serapan pupuk organik baru sekitar 38% atau 3.818 ton dari total alokasi 10.000 ton tahun ini. Rendahnya serapan pupuk organik ini karena petani masih mengandalkan pupuk kimia seperti urea, ZA, SP-36 dan NPK.

Wahyu Wardana, pejabat Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten mengatakan serapan tertinggi saat ini adalah pupuk SP-36 mencapai 1.588 ton (83%) dari alokasi 1.920 ton. Sedangkan pupuk urea yang tersalur ke petani sebanyak 20.732 ton (82%) dari alokasi 23.800 ton. (PO/AD/JS/N-3)

Komentar