Nusantara

Dinas Kesehatan Teliti Kematian Siswa SD

Rabu, 15 November 2017 00:01 WIB Penulis: (DW/N-2)

Ilustrasi--thinkstock

DINAS Kesehatan Sumatra Selatan masih meneliti penyebab kematian seorang siswa Madrasah Ibtidaiah Yayasan Al Hikmah, Kota Palembang, yang meninggal empat hari setelah mendapat vaksinasi tetanus. Vaksinasi yang dilakukan merupakan program nasional Bulan Giat Imunisasi.

“Kasus ini baru pertama kali terjadi di Sumatra Selatan. Memang vaksin tetanus bisa menimbulkan dampak panas setelah disuntikkan, tapi tidak sampai menyebabkan kelumpuhan atau meninggal dunia,” kata Sekreta­ris Dinas Kesehatan Sumatra Selatan Alfaroby, kemarin.
Karena itu, tuturnya, dinas kesehatan masih mencari tahu penyebab kasus ini. “Kami masih mencari tahu kenapa bisa sampai begitu. Padahal anak lainnya sehat dan baik-baik saja.”

Korban bernama Jumiarni, 8, warga Jalan Panca Usaha, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I. Anak pasangan Juniarto dan Meisyah itu mendapat vaksinasi Jumat (10/11). Korban meninggal Selasa (14/11). “Sebelum diimunisasi, keponakan saya sangat semangat untuk bisa mendapat imunisasi. Namun, setelah pulang sekolah, ia mengaku lemas, tapi tetap memaksa untuk bermain,” kata Fitri, tante korban, Selasa (14/11). .

Malam itu, saat korban istirahat, badannya panas tinggi, tangan membengkak, dan kedua kakinya tidak bisa digerakkan. “Orangtuanya membawa korban ke puskesmas dan diberi obat. Namun kondisinya tak membaik hingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Muhammadiyah pada Sabtu (11/11) sore,” lanjut Fitri. Dinas Kesehatan Sumatra Selatan memutuskan tetap melanjutkan Bulan Giat Imunisasi. “Ini program nasional,” tandas Alfaroby. (DW/N-2)

Komentar