Sepak Bola

Tangis Buffon di Kota Mode

Rabu, 15 November 2017 02:16 WIB Penulis: Satria Sakti Utama satria@mediaindonesia.com

AFP PHOTO / MARCO BERTORELLO

PENJAGA gawang tim nasional (timnas) ­Italia Gianluigi Buffon hanya bisa meneteskan air mata seusai beraksi di depan publik kota mode Milan. Kali ini bukan tangisan bahagia yang menghiasi pipi pesepak bola 39 tahun itu, melainkan kesedihan yang mendalam.
Skenario mengakhiri masa bakti untuk Gli Azzurri julukan Italia dengan manis ternyata menjadi kelam. Harapan Buffon untuk mencicipi putaran final Piala Dunia keenam sepanjang karier lantas pensiun dengan tersenyum dipastikan gagal. Langkah Italia menuju Piala Dunia Rusia tahun depan terhenti di babak play-off zona Eropa setelah disingkirkan Swedia.

Seperti prediksi, skuat Blagult julukan Swedia bertahan habis-habisan untuk mengaman-kan keunggulan satu gol saat bertandang ke San Siro, Milan, kemarin. Setidaknya tujuh pemain berada di kotak 16 besar untuk menghalau serangan Italia.
Tim tuan rumah gagal men cetak gol dan skor imbang 0-0 menjadi hasil akhir. Kekalahan dengan agregat 0-1 itu menyebabkan Italia, kampiun Piala Dunia empat kali, gagal lolos ke putaran final untuk pertama kalinya sejak 60 tahun atau Piala Dunia 1958.
Buffon pun meminta maaf sekaligus undur diri dari timnas Italia. Rekor 175 penampilan telah berhenti dan saatnya kiper muda seperti Gianluigi Donnarumma mengambil panggung.

Dulu di bawah guyuran hujan salju di Moskow pada 1997, Buffon menjalani debut menggantikan kiper utama Gianluca Pagliuca yang cedera. Sejak itu, 20 tahun kariernya berjalan sebagai pilihan utama timnas Italia. Dia satu-satunya kiper peraih penghargaan pemain terbaik Eropa. “Sangat mengecewakan. Bukan untuk saya, melainkan bagi sepak bola Italia karena kami gagal meraih sesuatu yang seharusnya penting. Pertandingan resmi terakhir saya harus seperti ini,” jelas kiper Juventus itu.

Ikut pensiun
Tak hanya Buffon yang merupakan generasi emas Italia saat menjadi juara Piala Dunia 2006 yang memutuskan pensiun. Andrea Barzagli yang telah berusia 36 tahun dan gelandang Roma Daniele de Rossi pun mengikuti jejak Buffon. “Berpikir ini terakhir kali memakai kostum timnas sungguh menyakitkan. Setelah pertandingan, suasana seperti pemakaman,” ungkap midfielder De Rossi yang sudah 117 kali berkaus tum Azzurri.

“Saya beruntung bermain di seluruh karier saya dengannya (Buffon), baik di Juventus maupun timnas. Saya berdiri di depan kiper yang hebat,” jelas bek Giorgio Chiellini yang juga memutuskan gantung sepatu. Di sisi lain, keberhasilan Swe-dia lolos ke Piala Dunia Rusia 2018 menjadi prestasi yang membanggakan bagi pelatih Janne Andersson. Pelatih 55 tahun itu kembali membuat Swedia berkiprah di Piala Dunia setelah dua edisi sebelumnya absen. Hebatnya lagi, keberhasilan dicapai setelah penyerang subur Zlatan Ibrahimovic pensiun tahun lalu.

“Saya sangat emosional dan senang. Pertandingan ini menunjukkan kerja sama kami,” jelas Janne. “Ibrahimovic pensiun dan dia pemain yang luar biasa. Kami kemudian beradaptasi dan bermain dengan cara berbeda sekarang,” jelasnya

Komentar