Nusantara

Jalur Perlintasan di Tasikmalaya Longsor, KA Mutiara Selatan Tertahan

Selasa, 14 November 2017 21:36 WIB Penulis: Kristiadi

MI/Adi Kristiadi

HUJAN deras yang menguyur wilayah Tasikmalaya telah menyebabkan perlintasan kereta api berada di Kampung Cirahayu, Desa Dirgahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, longsor sepanjang 10 meter, Selasa (14/11) malam.

Akibatnya, Kereta Api Mutiara Selatan dari arah barat menuju timur tertahan pada pukul 19.30 WIB. Hingga saat ini, petugas pun masih melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Kepala Stasiun Tasikmalaya, Toni Haryanto, mengatakan, perlintasan KA berada di KM 29+3/4 mengalami longsor di sebelah kanan perlintasan hingga menyebabkan KA Mutiara Selatan jurusan Surabaya tertahan di lokasi kejadian.

Sementara petugas KA dari Daop 2 Bandung sampai sekarang terus melakukan upaya, utamanya mengangkat tiang telepon yang roboh di perlintasan.

"KA Mutiara Selatan dari arah Barat menuju Timur terhenti karena di perlintasan karena adanya bencana tanah longsor di KM 239+3/4. Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Perlintasan yang dilalui kereta api telah kembali berjalan secara normal, tapi di lokasi masih dilakukan upaya memulihkan kondisi perlintasan agar stabil kembali," kata Toni ketika dimintai konfirmasi, Selasa malam.

Sementara itu, Kepala Humas KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus, mengatakan, tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, sudah langsung terdeteksi hingga petugas berupaya melakukan penanganan di lokasi tersebut agar kondisi perlintasan bisa kembali dilalui.

Kejadian tanah longsor di jalur perlintasan selatan KA tersebut memang disebabkan kondisi tanah yang labil akibat intensitas hujan yang tinggi beberapa hari belakangan.

"Kami telah melakukan penanganan di perlintasan KA selama satu jam dengan menggunakan alat bantuan di lokasi bencana tanah longsor. KA yang tertahan yakni Mutiara Selatan dan Kahuripan hingga pada pukul 20.37 WIB sudah bisa melintas kembali, tetapi sampai sekarang petugas tetap disiagakan di lokasi tersebut," imbuh Toni. (OL-2)

Komentar