Megapolitan

Tanah Bergeser Rusak Belasan Rumah

Rabu, 15 November 2017 09:20 WIB Penulis:

MI/DEDE SUSIANTI

BELASAN rumah di Kampung Dukuh, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, rusak. Kerusakan akibat terjadinya pergeseran tanah. Bencana terjadi ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak Senin (13/11) sore.

Puluhan jiwa dari 21 kepala keluarga (KK) harus mengungsi. Sebagian ada yang pindah ke rumah sanak saudara atau tetangga. Ada juga yang sementara menempati pos ronda. Warga dan petugas bahu-membahu.

Kepala Desa Sukawangi, Hendro, menyebutkan setidaknya 15 rumah yang rusak. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

“Sepuluh rumah rusak ringan dan ada lima rumah yang kerusakannya masuk kategori berat,” kata Kades Hendro saat dihubungi, kemarin.

Selain rumah, banyak pepohonan yang tumbang akibat pergeseran tanah di sana. Hingga saat ini pergerakan tanah masih terjadi. Tanah di kampung tersebut retak-retak yang mengakibatkan dinding dan lantai rumah warga mengalami hal yang sama. Ada juga yang ambles sehingga sebagian merobohkan bagian rumah. Bahkan ada di beberapa titik yang terbelah, termasuk sejumlah fasilitas umum seperti jalan.

Warga memilih mengungsi karena khawatir dengan kondisi tanah yang terus bergerak. “Takut saya. Terasa gerakannya. Ini retakannya saja makin lebar,” kata Diah, salah seorang warga. Agus Budianto, Kepala Bidang Pergerakan Tanah pada Pusat Vulkanologi Pergerakan Tanah Badan Kementerian ESDM, mengatakan ancaman pergerakan tanah di Indonesia setiap tahun punya pola tertentu.

Pola tertinggi terjadi pada September, Oktober, November, Desember, hingga Januari dan Februari. “Maret ada penurunan. Juli, Juni, Agustus terus terjadi penurunan. Akan meningkat kembali September, Oktober, dan seterusnya,” kata dia.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) mengeluarkan imbauan bahwa 40 kecamatan di Kabupaten Bogor berpotensi mengalami gerakan tanah. (DD/J-3)

Komentar