Megapolitan

Korban Capai 22 Ribu Orang, Polri Buka Posko

Rabu, 15 November 2017 09:30 WIB Penulis:

Ilustrasi---MI/Ramdani

BADAN Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri membuka posko pengaduan terkait dengan kasus sindikat penipuan berkedok penjualan pulsa PT Mione Global Indonesia (PT MGI).

Berdasarkan data yang diperoleh penyidik, jumlah korban yang tertipu oleh sindikat itu sebanyak 22 ribu orang yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia dengan total kerugian lebih dari Rp400 miliar.

“Masyarakat yang merasa menjadi korban dapat melaporkan ke Direktorat Tipideksus Bareskrim Polri, Gedung Surachman lantai 3, Kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan membawa dokumen,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya di Kantor Bareskrim Jakarta, kemarin.

Ia menambahkan, untuk mempermudah pelaporan masyarakat yang menjadi korban, penyidik juga menyediakan layanan melalui nomor Whatsapp (WA) ke nomor 081385478887 atau surat elektronik (e-mail) ke tipideksus.bareskrim@polri.go.id.

Untuk kecepatan pendataan, masyarakat diharapkan mengirimkan data antara lain fotokopi KTP, bukti pembelian pulsa listrik/telepon seluler, dan bukti transfer ke rekening PT Mione Global Indonesia melalui WA/e-mail.

Agung menjelaskan, hingga saat ini, jumlah warga yang sudah melapor ke posko mencapai 150 orang. Sementara itu, penyidik telah meminta keterangan kepada 20 korban.

“Diharapkan, masyarakat yang menjadi korban dapat segera melapor ke posko maupun menghubungi melalui call center dengan mengirimkan data-data di atas,” kata dia.

Dalam kasus itu, dua tersangka selaku jajaran direksi PT Mione Global Indonesia telah ditangkap spenyidik Bareskrim Polri. Agung mengatakan kedua pelaku yang berinisial DH (Direktur Utama PT MGI) dan ES (Direktur PT MGI) diduga menipu masyarakat dengan modus penjualan pulsa seluler dan token listrik.

Kedua tersangka dikenai Pasal 105 jo Pasal 9 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp10 miliar.

Dalam menjalankan aksi mereka, sindikat itu menawarkan kepada masyarakat sebuah kesempatan mendapatkan keuntungan yang besar dengan cara membeli saldo untuk pulsa seluler atau token listrik yang dijual.

“Sebagai contoh, apabila masyarakat menempatkan uang sebesar Rp72 juta, setiap 10 hari mereka akan mendapatkan 300 poin yang bisa ditukar dengan pulsa ponsel atau listrik sebesar Rp3 juta,” kata dia.

PT MGI menjanjikan hadiah sebanyak 300 poin yang dapat ditukar menjadi pulsa senilai Rp3 juta setiap 10 hari selama 70 kali (23 bulan).

Terkait dengan sindikat tersebut, penyidik juga telah menetapkan seorang warga negara Malaysia dengan inisial KWC sebagai tersangka. KWC yang masih buron diketahui merupakan Komisaris PT MGI.

KWC sukses menjalankan aksi mereka di Malaysia dengan mengincar para tenaga kerja Indonesia (TKI). (Mal/MTVN/J-1)

Komentar