Megapolitan

Sandiaga Emoh Disebut Ingkar Janji

Rabu, 15 November 2017 10:20 WIB Penulis:

ANTARA

MASYARAKAT di bantaran Kanal Banjir Barat (KBB) mengaku kecewa karena Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno dinilai tak menepati janji mereka yang tak akan menggusur permukiman liar.

Namun, menurut Sandi, penggusuran tetap dilakukan Pemprov DKI karena warga yang tinggal di kawasan tersebut tak mengantongi KTP DKI. “Kalau kami berikan komentar, harus berbasis data. Jadi mereka rata-rata di sana tidak domisili DKI,” kata Sandi di Balai Kota, kemarin.

Ia menjelaskan warga yang rumahnya, berikut tempat dagangannya, dibongkar pada Senin (13/11) lalu itu semuanya juga tak terdaftar sebagai pedagang di usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Mereka sama sekali tidak masuk pendataan UMKM setempat. Kalau mereka kembali lagi lalu terus-menerus ke tempat yang sama, mereka enggak mungkin bisa naik kelas,” ucap Sandi.

Ia berharap para warga itu tidak kembali membangun gubuk di sana. Kawasan tersebut ditertibkan dan akan difungsikan untuk mengantisipasi serangan banjir karena musim penghujan.

“Sudah kami tertibkan dan memastikan KKB akan dikeruk. KKB harus berfungsi untuk mengantisipasi banjir di musim hujan. Saya juga sudah minta untuk disiapkan petugas agar mereka tidak kembali lagi,” ujarnya.

Revitalisasi situ

Terkait dengan penanganan banjir, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) akan merevitalisasi 21 situ di Jabodetabek hingga akhir 2017.

Sekretaris Jenderal Kementerian PU-Pera Anita Firmanto mengatakan pihaknya kini masih menunggu Kementerian Agraria dan Tata Ruang mengeluarkan sertifikasi lahan untuk situ-situ tersebut hingga kemudian kewenangannya dilimpahkan kepada Kementerian PU-Pera.

“Selama ini kebijakannya kurang jelas. Situ itu bukan kewenangan PU-Pera. Namun dengan diberikan Kementerian Agraria kepada kami, kewenangan jadi jelas. Kami punya alasan untuk mengelola,” ujar Anita.

Ia menyebutkan setidaknya terdapat 21 lokasi cekungan di Jabodetabek yang bisa dioptimalkan sebagai situ sehingga menjadi pengendali banjir di Ibu Kota.

Jika proyek itu berhasil dilakukan, ia mengatakan hal yang sama akan coba diterapkan di wilayah lainnya seperti Bandung, Jawa Barat, yang juga memiliki banyak cekungan air.

“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Ini harus dimanfaatkan. Sekarang kalau setelah hujan cuma jadi genangan, ini bisa jadi cadangan air di musim kemarau jika dimanfaatkan,” tandasnya. (Sru/Pra/J-1)

Komentar