Megapolitan

Aparatur Otak Persekusi di Tangerang

Rabu, 15 November 2017 07:27 WIB Penulis: SM/X-4

MI/Liliek Dharmawan

POLRES Kota Tangerang, Banten, menetapkan enam tersangka persekusi terhadap pasangan muda-mudi R, 28, dan M, 20, di Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Dalam aksi persekusi, para pelaku melakukan kekerasan dan penelanjangan, juga mengarak sepasang kekasih yang akan menikah itu. Mereka juga merekamnya dengan ponsel sehingga video berdurasi 53 detik yang diunggah di media sosial itu viral di masyarakat.

Ironisnya, persekusi dilakukan aparatur setempat, yakni T, Ketua RT 07 dan G, Ketua RW 03, Kampung Kadu, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, beserta empat tetangga lainnya, A, S, N, dan I. "Setelah kami melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, ternyata penyulut kasus persekusi ini ialah ketua RT dan ketua RW," kata Kapolres Kota Tangerang AKB Sabilul Alif, kemarin.

Ia menjelaskan peristiwa itu terjadi ketika M minta dibawakan makanan kepada R yang tidak lain calon suaminya. Beberapa saat R datang dan langsung masuk ke kontrakan. Karena mereka sedang makan bersama, pintu kontrakan ditutup tapi tidak dikunci.

Begitu usai makan, M masuk ke kamar mandi untuk sikat gigi, sedangkan R masih menunggu di ruang tamu. Saat itu juga datang T, ketua RT setempat, membuka pintu dan berteriak-teriak memanggil warga agar datang ke lokasi.

R dan M pun merasa bingung dan panik karena dituduh melakukan tindak asusila di dalam kontrakan.

"Mereka dipaksa untuk mengakui berbuat mesum,"" kata Sabilul Alif. Karena R dan M berkukuh tak berbuat mesum, warga yang tersulut emosi oleh ucapan T menelanjangi dan mengarak keduanya keliling kampung menuju rumah G, ketua RW setempat. Di tengah jalan, mereka berpapasan dengan G. Namun, yang terjadi bukanlah pembelaan terhadap keduanya, justru pengadilan jalanan yang didapat. R dan M pun mengalami trauma yang cukup berat, Dalam kasus tersebut, para pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan jo Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Komentar