Polkam dan HAM

Kebutuhan Blangko KTP-E Terpenuhi

Rabu, 15 November 2017 08:42 WIB Penulis: Deo/P-4

ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO (STR)

PEMERINTAH terus bekerja mengatasi kekurang an blangko kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E). Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menargetkan pengadaan sekitar 22 juta keping blangko KTP-E pada 2018. Sebanyak 7 juta di antaranya ditargetkan sudah diproduksi pada akhir 2017.

"Karena ada sekitar 7 juta yang belum merekam. Akhir tahun ini setidaknya target kami mengadakan 6 juta keping blangko," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo seusai menandatangani kontrak pengadaan blangko KTP-E bersama tiga perusahaan di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, kemarin. Dijelaskan Hadi, pengadaan blangko dilakukan guna mengantisipasi kebutuhan KTP-E Pemilu 2018 dan Pilpres 2019 mendatang. Tiga perusahaan rekanan yang dipercayakan memproduksi blangko tersebut yakni PT Trisakti Mustika Graphika, PT Purabarutama, dan PT Jasuindo Tiga Perkasa.

"Untuk pengadaan kali ini, harga satuannya Rp9.547. Harganya bisa lebih murah lagi tergantung jumlah pemesanan. Ini lebih efektif karena tidak perlu proses lelang dan sebagainya, jadi bisa langsung dipenuhi kemudian didistribusikan ke daerah," jelas dia. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengaku lega kontrak pengadaan blangko KTP-E lewat mekanisme katalog-e sektoral dapat terlaksana. Sejak 2015, pengadaan blangko kerap terkendala gagal lelang.

"Perlu waktu dua tahun untuk mendorong sebagai katalog sektoral. Mulai tahun depan saya harap tidak ada lagi kegagalan," ujarnya. Khusus untuk penghayat kepercayaan, Zudan mengatakan Kemendagri memproyeksikan blangko bagi mereka diproduksi pada 2018. "Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) kan baru minggu lalu. Yang tahun ini untuk memenuhi kekurangan dulu.

Komentar