Megapolitan

Kapolri: Kasus Dua Pimpinan KPK Berpeluang Dihentikan

Rabu, 15 November 2017 13:17 WIB Penulis: Arga Sumantri

MI/M. Irfan

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian membuka peluang kasus pelaporan terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disetop. Tito mengatakan, saat ini penyidik masih mengumpulkan keterangan ahli.

"Kalau nanti keterangan ahli lain menyatakan bahwa ini tidak ada bukan tindak pidana, kita hentikan," kata Tito di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (15/11).

Tito menyatakan, proses penyidikan masih berjalan sampai hari ini. Ia kembali menegaskan, naiknya status penyidikan bukan berarti dua pimpinan KPK sudah menjadi tersangka.

Tito menjelaskan lagi, proses penyidikan Polri beda dengan KPK. Kalau di lembaga antirasywah, keluar surat perintah penyidikan berarti sudah ada tersangka dan harus bisa lanjut ke tahap peradilan.

"Di Polri tidak. Polri acuannya KUHAP. Dan KUHAP itu SPDP bisa tanpa tersangka dan bisa dihentikan tengah jalan," ujarnya.

SPDP laporan dugaan pemalsuan surat dengan terlapor dua pimpinan KPK yaitu Agus Rahardjo dan Saut Situmorang beredar ke kalangan awak media. SPDP itu dikeluarkan Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim pada Rabu (8/11).

Dalam SPDP itu disebutkan jika laporan yang melibatkan dua pimpinan KPK sudah naik ke tahap penyidikan terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) nomor: SP.Sidik/1728/XI/2017/Dit Tipidum tanggal 7 November 2017. Namun, status dua pimpinan KPK masih sebagai terlapor. (MTVN/OL-6)

Komentar