Polkam dan HAM

Aparat Gabungan Pukul Mundur KKB di Papua

Jum'at, 17 November 2017 17:27 WIB Penulis: Golda Eksa

Dok. Mabes Polri

APARAT gabungan TNI-Polri berhasil memukul mundur kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang sempat mengisolasi ribuan warga di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Sempat terjadi kontak senjata namun tidak menimbulkan korban jiwa dari kedua pihak.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen George Elnadus Supit ketika dihubungi Media Indonesia, Jumat (17/11), menjelaskan seluruh sandera berhasil diselamatkan dan dievakusi menggunakan kendaraan milik PT Freeport Indonesia ke lokasi aman di kawasan Tembagapura.

"Karena negoisasi menemui jalan buntu sehingga kita lakukan operasi penyelamatan. Hasilnya seluruh sandera kita selamatkan," ujarnya.

Menurut dia, aparat gabungan datang dan langsung melepaskan tembakan ke arah KKB. Puluhan pelaku yang disebut pihak militer sebagai kelompok separatis atau tentara pembebasan nasional (TPN) Papua Barat pun balas menembak sembari melarikan diri.

"Setelah terjadi kontak senjata, mereka langsung melarikan diri dengan memanfaatkan medan yang sangat sulit untuk pelarian mereka. Sementara ini belum ada yang kita bekuk. Intinya tidak ada prajurit TNI dan Polri yang terluka."

Senada disampaikan Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi. Menurutnya, total sandera yang dievakuasi sebanyak 347 orang yang merupakan warga pendatang dan pribumi.

"Sementara penduduk asli setempat memilih tetap tinggal dengan jaminan keamanan dan dukungan logistik. Saat ini pasukan pengaman tetap tinggal di lokasi untuk mengamankan korban dan kampung," terang Aidi.

Seluruh korban tersebut, imbuh dia, merupakan warga Kampung Banti dan Kampung Kimbely di Distrik Tembagapura yang selama ini sempat terisolasi. Walhasil, evakuasi pun berlangsung sejak pukul 13.45 WIT, Jumat (17/11) hingga sore.

Dalam prosesnya, imbuh dia, prajurit yang datang sekitar pukul 07.00 WIT membelah diri menjadi 2 tim. Tim pertama yang terdiri atas prajurit Kopassus dari Batalyon 13/Thikkaviro Sena Baladhika dan Batalyon Infanteri Raider 751/Vira Jaya Sakti bertugas mengamankan Kampung Kimbely. Sementara tim lain, yakni Peleton Intai Tempur Kostrad bergerak menguasai Kampung Banti.

"Setelah seluruh wilayah dikuasi dan situasi dinyatakan aman, Pangdam XVII/Cenderawasih berkoordinasi dengan Kapolda Papua (Irjen Boy Rafli Amar) agar segera mengirimkan tim evakuasi. Tidak lama kemudian tim Satgas Terpadu TNI/Polri tiba di lokasi untuk melaksanakan evakuasi," tandasnya. (OL-7)

Komentar