KICK ANDY

Siap Menampung dan Berikan Solusi

Sabtu, 18 November 2017 01:46 WIB Penulis: */M-3

MI/Sumaryanto Bronto

BUNUH diri sering kali dilakukan karena putus asa. Salah satu penyebabnya ialah stres dan depresi. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut pada 2012 angka kematian bunuh diri di Indonesia mencapai 9.105 nyawa.

Atas dasar itu, Benny Prawira Siauw dan sejumlah rekannya sesama latar akademis bidang psikologi membuat sebuah gerakan yang peduli pada pencegahan bunuh diri bernama Into the Light. “Pencegahan bunuh diri bukan hanya melakukan konseling kepada teman yang hendak bunuh diri, melainkan juga bagaimana menciptakan lingkungan yang aman, bagaimana yang harus kita lakukan setelah ada kematian bunuh diri, karena hal itu bisa juga memicu bunuh diri lainnya,” kata Benny.

Into the Light berfokus pada komunitas yang memiliki kerentanan terhadap bunuh diri terutama remaja. Mereka juga mendampingi secara gratis orang-orang yang terjerat depresi hingga berupaya bunuh diri, seperti acara bincang-bincang, seminar, lokakarya, dan pelatihan. Semua itu dirangkai dalam bentuk durasi waktu yang berbeda, dengan memberikan lebih banyak teori dasar keilmuan.

Menurut Benny, bunuh diri terjadi karena multifaktor, termasuk pengaruh faktor biologis dan genetik yang diturunkan dari orangtua atau menular dari lingkungannya. “Ini bukan sesuatu yang dipilih seseorang, ketika kecenderungan gen ini bertemu dengan pola asuhnya yang dipenuhi kekerasan dan bertemu lagi dengan faktor sosial sehingga menumpuk dan bertumpak tindih hingga meledak dalam bentuk bunuh diri,” tambah Benny.

Bahkan telah terdapat penelitian di lebih dari 50 negara yang menyimpulkan adanya tindakan bunuh diri akibat pengaruh pemberitaan media. Saat media mengekspos sisi metode bunuh diri atau mendramatisasi kejadian bunuh diri, itu dapat menyebabkan seseorang terinspirasi melakukan bunuh diri.

Lewat Into the Light, Benny dan rekan-rekannya juga membangun kerja sama dengan organisasi nasional dan internasional terkait dengan kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. Itu dilakukan dengan visi menumbuhkan kepedulian masyarakat dan remaja dalam isu kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri di Indonesia.

Komunitas ini kini mempunyai puluhan sukarelawan. Mereka siap mewadahi keluh kesah orang-orang dengan depresi dan membantu merekomendasikan tenaga profesional untuk mereka yang membutuhkan dengan pendampingan sebaya melalui tulisan yang di-e-mail-kan dan tentu dirahasikan kecuali sangat membahayakan diri orang tersebut. (*/M-3)

Komentar