Jeda

Membangun Kejujuran lewat Mata Kuliah Antikorupsi

Ahad, 19 November 2017 11:00 WIB Penulis: Rizky Noor & Taufan Bustan

Sejumlah tokoh dari Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi memberikan dukungan kepada KPK di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/9)---MI/Rommy Pujianto

SALAH satu upaya kampus mencegah korupsi bagi para lulusannya ialah memberikan pendidikan karakter melalui mata kuliah antikorupsi. Lewat mata kuliah tersebut dibangun pula nilai-nilai kejujuran dan etika.

Beberapa perguruan tinggi yang memberikan mata kuliah antikorupsi itu, yakni Universitas Paramadina, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Bina Nusantara (Binus). Bahkan Binus berkomitmen menghapus data para alumninya jika terbukti korupsi.

Binus
“Itu komitmen etik yang harus dimiliki alumni Binus. Komitmen itu sudah dijadikan kebijakan internal kampus sejak 2015,” ujar dosen tetap Jurusan Hukum Bisnis Universitas Bina Nusantara, Ahmad Sofian, kepada Media Indonesia, Jumat (17/11).

Setiap kali acara wisuda, lanjutnya, rektor mengingatkan lagi bahwa Binus akan mencabut gelar akademik wisudawan jika suatu saat diputuskan bersalah oleh pengadilan terbukti melakukan korupsi,” tambah Ahmad.

“Mekanisme melalui penghapusan data alumni dari database kampus. Memang belum ada aturan dari Kemenristek Dikti mengenai pencabutan gelar akademik bagi yang melakukan korupsi. Namun, itu salah satu upaya Binus dalam membangun karakter bangsa, etika, nilai-nilai kejujuran, dan antikorupsi,” jelasnya lagi.

Sanksi penghapusan dari database tersebut, kata Ahmad lagi, diberlakukan bagi alumni di jenjang S-1, S-2, dan S-3. “Pendidikan karakter tersebut dilakukan melalui mata kuliah character building 1, 2, dan 3 dengan beban 2 SKS setiap mata kuliah.

Masalah kejujuran juga sangat penting di lingkungan Binus. Sebab itu, mahasiswa yang menyontek saat ujian tengah semester (UTS) ataupun ujian akhir semester (UAS) akan dikeluarkan. Sudah 26 di-drop out.

Hal itu dibenarkan oleh Husni, 22, alumnus Binus. Ia juga setuju dengan aturan tersebut.

Paramadina
Mata kuliah antikorupsi sudah diberikan sejak 2008 di Universitas Paramadina. “Tahun depan kita 10 tahun merayakan mata kuliah wajib antikorupsi. Kita menjadi salah satu universitas pertama yang mewajibkan mata kuliah antikorupsi,” jelas Rektor Universitas Paramadina, Firmanzah, Rabu (15/11).

Mata kuliah tersebut, lanjutnya, wajib diambil oleh mahasiswa di semester awal. Kurikulumnya bekerja sama dengan KPK. Dari awal pihak KPK juga sangat aktif untuk mendorong pihak kampus secara aktif meng­ajarkan para mahasiswa agar tidak melakukan tindak pidana korupsi,” lanjutnya.

“Metode pengajaran mahasiswa tidak hanya dibekali materi di dalam kelas, tetapi juga tugas menginvestigasi praktik-praktik korupsi di lingkungan sekitar mereka, misalnya soal pungli,” jelas Firmanzah.

Seperti halnya Binus, menurutnya, Paramadina juga mengajarkan mahasiswa untuk jujur sejak dini. Misalnya, tidak boleh menyontek, mengakui tugas orang lain, dan lain-lain yang sebenarnya itu ialah nilai-nilai kejujuran dan integritas bersifat kemahasiswaan.

ITB
Di kampus Ganesha itu mata kuliah antikorupsi juga diberikan sejak 2009, tetapi sifatnya pilihan. Setiap tahun ada 200-300 mahasiswa mengambil mata kuliah pilihan (tidak wajib) itu.

“Mata kuliah antikorupsi) ada saat rektornya Pak Joko Santoso. ITB harus proaktif untuk mengembangkan karakter yang kuat,” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Bermawi Priyatna.

Menurutnya, sebetulnya ITB memiliki pendidikan karakter yang disebut dengan NKRI (nasionalisme, kreativitas, respek, dan integritas). “Pendidikan antikorupsi masuk ke integritas. Tujuannya, pertama memahami korupsi. Setelah mahasiswa paham apa itu korupsi, barulah mahasiswa diberi tugas sebuah proyek yang merupakan penerapan dari antikorupsi,” jelas Bermawi.

Contohnya, lanjutnya, dalam penggunaan uang. ITB punya banyak dana untuk prog­ram kreativitas mahasiswa yang jumlahnya sampai Rp12 juta. “Bagaimana mereka mempertanggungjawabkan setiap sen, mereka juga kampanye antikorupsi antarmahasiswa.”

Selain itu, tambahnya pihak kampus pun secara regular mengundang KPK setiap tahunnya untuk memberikan kuliah umum terkait dengan korupsi. (TB/Riz/X-7)

Komentar