Hiburan

Selamat Datang di #LyfeKidsJamanNow

Rabu, 29 November 2017 19:25 WIB Penulis: Abdillah Muhammad Marzuqi

MI/Abdillah Muhammad Marzuqi

ANAK-ANAK zaman sekarang. Ada banyak istilah untuk menyebut generasi millenial itu. Sebut saja generesi instan, generasi micin, generasi X, anak kekinian, bahkan yang paling populer ialah kids jaman now.

Mereka muncul dengan ragam yang baru. Seolah mencoba mendobrak kemapanan perilaku yang lebih dahulu bercokol. Generasi yang mampu menggoyang tata perilaku dari generasi sebelumnya.

Apapun itu mereka adalah generasi masa depan. Mereka lah yang nantinya mewarisi bangsa dan negara Indonesia. Di tangan mereka, terletak tanggung jawab besar untuk menentukan wujud Indonesia di masa depan. Di punggung seperti, generasi sebelumnya akan berharap tempat bersandar untuk hari tua.

Memotret generasi serba ala generasi millenial, Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) Dance Company mengangkat ragam kehidupan mereka menjadi bentuk pertunjukan menarik dalam tajuk EKI Update 3.0. Melalui karya-karya panggung, EKI Update berusaha mendengar, memahami dan memberi ruang untuk ekspresi.

Tema #LyfeKidsJamanNow dipakai juga bukannya tanpa dasar. Produser EKI Update 3.0 Aiko Senosoenoto mengungkap banyak orang beranggapan bahwa kids jaman now ialah generasi instan atau pemuja kebebasan semata. Bahkan ada pula yang menyebut ‘mental tempe’ kepada mereka yang belakangan populer juga dengan sebutan anak milenial.

Padahal, kids jaman now sangat acak, tidak bisa ada keseragaman. Mereka berubah-ubah dengan cepat. Aiko Senosoenoto memberi contoh jika dulu ada masa semua orang suka breakdance atau ballroom dance, kini tidak ada anak milenial yang menyukai satu hal yang sama.

“Satu hal yang pasti, anak zaman now ada karena generasi terdahulu dan mereka adalah pemegang tongkat estafet untuk masa depan. Untuk mengerti mereka tidak cukup dengan melihat dari luar atau menghakimi saja tapi kita perlu masuk, merasakan suasana yang ada,” ujar Aiko Senosoenoto, Selasa (28/11).

EKI Update 3.0 merupakan kerja sama antara EKI Dance Company dan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) yang diadakan pada 28-30 November di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ).

Salah satu hal yang berbeda dari pertunjukan EKI Update kali ini ialah keuntungan yang didapat dari hasil penjualan tiket akan disumbangkan untuk YPAC, untuk pembinaan anak-anak berkebutuhan khusus. #LyfeKidsJamanNow tentunya juga dialami oleh mereka yang berkebutuhan khusus. EKI Dance Company mengerti hal ini dan oleh karenanya bekerja sama dengan YPAC.

Ketua YPAC Jakarta, Ibu Purnamawati Muki Reksoprodjo mengucapkan terima kasih atas terjalinnya kerja sama ini.

“Selama ini anak-anak berkebutuhan khusus dipandang sebagai anak yang tidak mampu, minder dan sebagainya. Bersama EKI Dance Company, kita akan bisa melihat mereka menyanyi, menari dan dengan percaya diri melakukan itu semua dihadapan banyak orang, di ataspentas. Tentu tidak mudah, tapi mereka bisa,“ katanya.

EKI Update ialah ajang rutin yang digelar EKI Dance Company untuk menemui penggemar seni pertunjukan dengan menyajikan karya-karya terbaru garapan koreografer EKI Dance Company yang senior maupun yang terbilang koreografer muda.

Melalui EKI Update juga, EKI Dance Company berusaha menyuarakan sikap atau pendapat seputar fenomena kehidupan melalui karya. Untuk itu, selalu ada tema yang berbeda dalam setiap penyelenggaraan EKI Update. Ini kali ketiga bagi EKI Dance Company menggelar pentas seni. Sebelumnya, mereka membuat 'EKI Update 1.0' dengan mengangkat tema #EtnikKekinian dan 'EKI Update 2.0' dengan tema #InArtWeUnite.

EKI Update 3.0 adalah pertunjukan seni yang mengemas tari, mini musikal, talkshow dan lainnya dalam satu sajian. Pertunjukan dimulai
dengan tarian ‘Raung Maung’, yakni Tarian Jaipong dan Sisingaan dari Jawa Barat. Selanjutnya, ditampilkan tarian berjudul ‘Lebay’.

Para anak berkebutuhan khusus turut tampil. Mereka membawakan lagu ‘Kicir-Kicir’, ‘Selayang Pandang’, dan ‘Yamko Rambe Yamko’.
Kemudian, ada tarian bertema #itsLIT yang ditampilkan oleh perempuan-perempuan cantik. Tidak kalah serunya, ada juga tarian
berjudul ‘Halu’, yang sangat mencerminkan anak milenial. Tari ini tentang anak yang sedang bermain games ‘Mario Bros.

Masih ada tari berjudul #thot yang dideskripsikan dengan kalimat Cewe zaman sekarang mah gabanyak basa - basi, Just thot. Selain itu yang
menarik juga ada film berjudul Kalijodo Memanggilmu #relatable. (OL-6)

Komentar