Olahraga

KONI Pandang Sebelah Mata Panahan

Rabu, 6 December 2017 19:06 WIB Penulis: Muhammad Fauzi

ANTARA

PERSIAPAN cabang Olah Raga Panahan di Kabuten Bogor terganggu dengan dana pembinaan dari KONI Kabupaten Bogor yang seret. Padahal, kurang dari dua minggu babak kualifikasi Pekan Olahraga (Porda) digelar di Tasikmalaya. Bahkan, atlet panahan sampai membeli sendiri perlengkapan panah yang dibutuhkan.

Salah satu atlet panahan Muhammad Hasan mengatakan saat ini dia hanya memiliki lima anak panah yang bisa dipakai. Anak panah lainnya rusak karena latihan yang dilakukannya selama ini. "Anak panah inipun saya beli sendiri. Saya sudah bilang ke pelatih, tapi pelatih bilang ya sudah pakai anak panah yang ada. Katanya tidak ada dana," ungkapnya, Rabu (6/12/2017).

Ia mengaku bingung, jika jadi berangkat babak kualifikasi ke Tasikmalaya percuma. Sebab anak panah yang dibutuhkan enam, kalau ada hanya lima maka satu miss (gagal). Sebagus apapun, sulit mencapai hasil maksimal.

Kepala pelatih panahan Kabupaten Bogor Budi Sartono mengakui kondisi tersebut. Bagaimana lagi, memang kondisinya demikian. Terpaksa bertanding saat babak kualifikasi dengan kondisi apa adanya. "Anda lihat sendirilah di lapangan. KONI selalu memberi janji," ungkapnya.

Terkait ini, Ketua KONI Kabupaten Bogor Muhamad Rusdi membantahnya. Menurut Rusdi, soal dana tidak menjadi masalah. Kalau tidak ada , diada-adakan karena Kabupaten Bogor menjadi tuan rumah Porda ke XIII pada 2018.

"Soal dana sudah beres itu, tidak ada danapun kita ada-adakan kok," dalihnya saat dihubungi.

Ia balik mengatakan, agar Media Indonesia menanyakan langsung ke pelatih cabang olahraga panahan.

Sebagaimana diketahui, panahan merupakan olahraga kesukaan Presiden Jokowi. Bahkan, Presiden pernah membuka lomba panahan Bogor Open beberapa waktu lalu. Cabang olahraga ini juga mempersembahkan medali emas pada Sea Games 2017. (OL-3)

Komentar