Ekonomi

Welcome Garuda Merah, Goodbye Uang Tunai

Kamis, 7 December 2017 05:43 WIB Penulis: Try/E-2

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

HIMPUNAN Bank Milik Negara (Himbara) menyatakan kesiapan mereka untuk mengimplementasikan sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) atau National Payment Gateway yang telah diresmikan.

Ketua Himbara Maryono menyatakan kartu debit ber-logo Garuda Merah akan didistribusikan pada awal Januari 2018.

"Kartunya akan satu dan bisa transaksikan di semua bank termasuk Himbara," ujar Maryono seusai menghadiri diskusi dengan tema Transaksi zaman now, bye bye tunai, di Jakarta, kemarin.

Menurut Maryono, meski dengan diberlakukannya GPN tarif transaksi hanya dikenai 1% dari sebelumnya 2%-3%, hal tersebut tidak akan menurunkan profit bank sebab adanya penurunan tarif akan membuat transaksi kartu debit meningkat.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengungkapkan penerapan GPN sudah ditunggu sejak 20 tahun lalu. Dengan sistem GPN transaksi nontunai akan lebih efisien.

Menurut Mirza, salah satu efisiensi yang bisa dilakukan yakni pada jumlah mesin electronic data capture (EDC).

Biaya merchant discount rate (MDR) dalam transaksi dengan menggunakan kartu debit melalui mesin EDC juga diturunkan. Dengan demikian, merchant dan masyarakat dapat sama-sama terbantu.

"Diharapkan, adanya MDR yang lebih rendah bisa menjadi lebih efisien dan bisa bantu masyarakat," katanya.

Direktur BTN Adi Setianto mengatakan implementasi GPN sangat membantu dalam mendorong peningkatan transaksi nontunai.

Alasannya, saat ini pembayaran tunai masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.

Berdasarkan data, 85% transaksi masih dilakukan secara tunai. Padahal 36% masyarakat sudah memiliki akun di bank, tapi transaksi nontunai masih di kisaran 10%.

"Sudah saatnya seluruh pihak yang terlibat dalam alur transaksi di Indonesia untuk berkolaborasi menuju masyarakat nontunai," jelas Adi.

Apalagi, kata dia, perubahan gaya hidup yang menuntut kecepatan dan kemudahan serta praktis dan transparan dalam proses transaksi hanya cocok dilakukan secara nontunai.

Kendati demikian, dia mengingatkan sistem berbasis server dan database ini masih rentan terhadap pencurian data.

"Hal ini perlu mendapat perhatian seluruh pemangku kepentingan agar sistem ini berjalan dengan baik," tukasnya.

Komentar