Internasional

Langkah Trump Bikin Keruh

Kamis, 7 December 2017 07:40 WIB Penulis: AFP/Ant/Hym/X-5

AP/Evan Vucci (STF)

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menyatakan rencana Presiden Donald Trump memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Israel ke Yerusalem akan memperkeruh situasi politik di Timur Tengah.

"Risikonya politik di Timur Tengah akan ruwet karena sumber dari banyaknya keruwetan itu, ya konflik Palestina dengan Israel," ujar Wapres di Jakarta, kemarin.

Kalla menegaskan posisi Indonesia sudah jelas, tidak sependapat dengan AS dan berharap tidak memindahkan kedubes mereka ke Yerusalem. Menurutnya, selain memperkeruh, langkah Trump itu juga akan menyulitkan usaha AS menjadi penengah konflik Palestina-Israel.

Sebelumnya, pejabat tinggi AS menyatakan bahwa Trump kemungkinan pada hari ini akan mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Trump pun (5/12) telah menyampaikan rencana itu kepada para pemimpin negara-negara Arab.

Namun, menurut sejumlah pejabat AS, Trump diperkirakan akan menandatangani keputusan yang menetapkan bahwa AS masih akan mempertahankan kedutaannya di Tel Aviv selama enam bulan lagi.

Hal itu dilakukan karena pemerintahan Trump memerlukan waktu untuk menangani masalah seperti belum adanya gedung kedutaan serta perumahan untuk staf AS di Yerusalem.

Utusan PBB untuk perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov, mengatakan status masa depan Yerusalem harus dinegosiasikan antara Israel dan Palestina. Ia mengingatkan dampak setiap tindakan atas kota yang disengketakan itu.

"Sekjen PBB telah berkali-kali berbicara tentang masalah ini dan dia mengatakan kita harus sangat berhati-hati dengan tindakan yang kita ambil," kata Mladenov.

Para pemimpin Arab Saudi, Mesir, Yordania, Uni Eropa, Prancis, Jerman, dan Turki pun memperingatkan Trump. "Al-Quds (Yerusalem) ialah milik umat Islam. Kami harapkan AS tidak mengambil langkah seperti ini," tegas Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud mengingatkan bahwa setiap gerakan AS di Yerusalem akan memprovokasi dan menyakiti perasaan muslim di seluruh dunia.

Komentar