Ekonomi

H-2 dan H-3 Puncak Kepadatan Lalu Lintas Natal

Kamis, 7 December 2017 12:06 WIB Penulis: Cahya Mulyana

ANTARA

KEMENTERIAN Perhubungan memprediksi puncak lalu lintas perayaan Natal 2017 dan tahun baru 2018 terjadi pada H-2 dan 3 atau 22 dan 23 Desember. Guna mengantisipasi kemacetan, 23 Desember pagi hingga 24 Desember 2017 akan dilakukan pembatasan angkutan barang yang bersumbu 3 (tiga) atau lebih di beberapa ruas jalan.

“Melihat data pada Angkutan Natal dan Tahun Baru beberapa tahun sebelumnya, prediksi kami (Kementerian Perhubungan) kepadatan arus lalu lintas pada Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 kali ini akan terjadi pada tanggal 22 dan 23 Desember 2017,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi di Jakarta. 7/12.

Lebih rinci, Budi menjelaskan pada angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 kenaikan angkutan penumpang, terjadi pada H-2 (23 Desember 2015). Sedangkan pada tanggal 24 Desember 2015 terjadi peningkatan pada jalur penyeberangan atau ASDP, kereta api, laut, juga udara.

“Kemudian perilaku berubah di tahun 2016/2017 di mana Hari Raya Natal jatuh pada hari Minggu, kenaikannya terjadi pada tanggal 21 Desember 2016 untuk angkutan penumpang, sedangkan pada penyeberangan dan udara kenaikan terjadi pada H-2 (23 Desember 2016),” katanya.

Dia mengatakan, hasil analisa data di tahun-tahun sebelumnya inilah yang menjadi bahan dan dasar kami melakukan prediksi, kebijakan, serta perbaikan untuk pelaksanaan Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut dia, Kemenhub berencana akan melakukan beberapa kebijakan pengaturan lalu lintas dan pengaturan operasional angkutan barang. “Tanggal 23 Desember pagi hingga 24 Desember 2017 akan dilakukan pembatasan angkutan barang yang bersumbu 3 (tiga) atau lebih di beberapa ruas jalan,” terangnya.

Kemudian pada 25 dan 26 Desember 2017 pembatasan tersebut akan dihentikan. Namun pada 30 hingga 31 Desember 2017 pembatasan serupa akan kembali diterapkan.

Di samping itu jumlah penumpang angkutan umum pada Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 yaitu untuk angkutan jalan sebanyak 2.486.083 orang, angkutan SDP 3.450.701 orang, angkutan kereta api 5.885.836 orang, angkutan laut 952.002 orang, dan angkutan udara 7.238.602 orang.

“Untuk wilayah pemantauan kami pada pelaksanaan Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 terfokus pada 47 Terminal Penumpang Tipe A di 15 Provinsi di seluruh Indonesia, 52 pelabuhan laut, 10 lintasan SDP, 35 bandar udara, 9 DAOP dan 4 DIVRE kereta api,” tuturnya. (OL-7)

Komentar