Internasional

Menlu RI Bantah Klaim Konsultasi AS

Kamis, 7 December 2017 17:25 WIB Penulis: Irene Harty

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi meluruskan klaim Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Joseph R Donovan yang lewat pernyataan resminya pada Kamis (7/12) bahwa pemerintah AS telah berkonsultasi dengan para rekan, mitra, dan sekutunya termasuk Indonesia, sebelum mengeluarkan keputusan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

"Saya membaca ada berita di salah satu online, bahwa duta besar AS klaim sudah konsultasi dengan Indonesia. Saya ingin sekali tegaskan konsultasi ini maksudnya apa? Bahwasanya duta besar AS bertemu dengan saya ya, karena saya panggil dan yang saya sampaikan adalah posisi Indonesia untuk disampaikan kepada pemerintahnya," ungkapnya setelah ministrial panel di Bali Democracy Forum (BDF) X di ICE (Indonesia Convention Exhibition) BSD Serpong, Banten, Kamis (7/12).

Retno mengaku khawatir pernyataan Donovan disalahartikan padahal komunikasi dengan AS telah dilakukan dua kali dengan Donovan sejak Rabu (6/12) atas inisiatif Indonesia karena keputusan tersebut tidak dapat diterima oleh masyarakat dunia.

"Saya ingin meluruskan bahwa konsultasi yang disampaikan duta besar AS adalah komunikasi," imbuhnya.

Pada Rabu (6/12) pagi, Retno memanggil Donovan untuk memastikan keputusan tersebut akan diumumkan atau tidak dan jawabannya keputusan belum final.

Kemudian malam harinya, Retno melakukan hal yang sama lewat telepon dan kali ini keputusan finalnya telah dilakukan di Washingthon DC, seperti dikonfirmasi oleh Donovan.

Kemudian, Retno meminta hubungan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson untuk menekankan kembali posisi Indonesia serta menanyakan kemungkinan lain selain keputusan tersebut.

"Sekitar pukul 21:00-22:00 WIB saya telah berbicara dengan Rex yang sedang dalam pertemuan para menteri NATO di Brussels, Belgia. Saya menyampaikan keputusan mereka membahayakan proses perdamaian dan perdamaian itu sendiri serta pengakuan tidak sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB," jelasnya.

Pada malam itu pula, Retno telah melakukan komunikasi dengan para menteri luar negeri anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tentang rencana pengumuman itu dan mereka semua menolak.

OKI juga akan melakukan konferensi tingkat tinggi pada 13 Desember untuk kembali menegaskan posisi Indonesia dan langkah-langkah kedepannya.

"Sebagaimana teman-teman ketahui dari kemarin perwakilan kita di New York terus melakukan kontak dengan DK PBB. Saya berkomunikasi dengan wakil watapri kita di New York dan saya sampaikan please get in close contact dengan anggota DK PBB," sahutnya.

Jadi pemerintah Indonesia bergerak di Jakarta, bekerja sama dengan OKI, serta berkomunikasi dengan non blok dan anggota DK PBB.

"Saya juga berkomunikasi denga under secretary genderal of US. Apapun dilakukan untuk menyampaikan mesej dengan jelas," katanya.

Retno juga berencana akan memanggil kembali Donovan pada sore hari ini di ICE BSD Serpong untuk kembali menegaskan posisi Indonesia. (OL-6)

Komentar