Polkam dan HAM

Novanto Terima US$7 Juta dari Proyek KTP elektronik

Kamis, 7 December 2017 19:51 WIB Penulis: Damar Iradat

MI/ROMMY PUJIANTO

NAMA Ketua DPR RI Setya Novanto disebut menerima uang US$7 juta dari proyek KTP elektronik. Uang yang diberikan kepada Novanto disalurkan melalui keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi.

Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, uang US$7 juta kepada Novanto merupakan inisiatif dari Andi Agustinus alias Andi Narogong, Direktur Utama PT Sandipala Arthapura Paulus Tanos, Dirut PT Biomorf Johanes Marliem dan Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo. Mereka sempat membicarakan comitment fee untuk Novanto saat melakukan pertemuan di kediaman Paulus.

"Andi melakukan pertemuan dengan Johanes, Paulus dan Anang di rumah Paulus guna membahas mekanisme pembayaran fee untuk Setya Novanto," kata jaksa saat membacakan surat tuntutan untuk Andi Narogong di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (7/12).

Jaksa melanjutkan, dalam pertemuan itu, keempatnya sepakat memberikan comitment fee untuk Novanto sebesar US$7 juta. PT Quadra Solution ditunjuk sebagai penanggung jawab.

Anang sebagai direktur utama PT Quadra menyanggupinya. Namun, untuk memberikan uang itu ke Novanto, ia meminta agar ada invoice agar seolah-olah uang tersebut merupakan pengeluaran Quadra secara sah.

Johanes Marliem akhirnya mengeluarkan invoice pengeluaran uang US$3 juta yang dikeluarkan PT Quadra Solution. Uang tersebut kemudian dikirimkan kepada Made Oka Masagung melalui persuhaan PT Delta Energy yang berada di Singapura.

"Dalam pemberian fee Johanes Marliem mengeluarkan invoice, jadi seolah Biomorf menagih Quadra USD3 juta. Johanes mengirimkan kembali invoice sehingga total US$7 juta," ucap jaksa.

Tidak hanya itu, Novanto juga diberikan jam tangan merek Richard Mile senilai US$135.000. Jam tersebut diberikan oleh Andi dan Johannes Marliem. (MTVN/OL-6)

Komentar