Nusantara

Operasi Preman Menjelang Natal

Jum'at, 8 December 2017 04:31 WIB Penulis: (WJ/JI/YH/N-3)

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

POLRESTA Surakarta, Jawa Tengah, langsung merespons perintah Kapolri Jendral Tito Karnavian soal pemberantasan preman sebagai bagian dari pengamanan Natal. Polresta Surakarta langsung menggelar kegiatan operasi premanisme. “Langsung kita tindak lanjuti di lapangan,” kata Kapolresta Surakarta AKB Ribut Hari Wibowo, Kamis (7/12).. Sejak Rabu (6/12) malam, Polresta Surakarta langsung mengawali kegiatan operasi premani di kota itu dan berhasil menangkap 10 preman. Jumlah itu akan terus bertambah sampai perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 usai.

Ada berbagai jenis preman yang menjadi sasaran, dari copet, jambret, tukang todong, tukang bius, hingga kriminal konvensional lainnya. Calo juga termasuk yang akan di-berantas. “Itu perintah Kapolri langsung. Polresta Surakarta akan bersihkan kantong-kantong preman, seperti stasiun dan terminal akan kami bersihkan dari calo, copet, jambret, tukang todong, tukang bius, segala macam. Pasti kita bersihkan,” imbuh Ribut. Masih terkait dengan pengamanan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Polres Brebes telah menyiapkan sekitar 500 personel bersepeda motor dan mobil untuk mengantisipasi kemacetan.

Menjelang liburan Natal dan Tahun Baru akan terjadi kemacetan terutama Tol Brebes Timur, jalur pantura, dan jalur selatan perbatasan Kabupaten Brebes-Banyumas. “Saya sudah minta semua kendaraan untuk operasional patroli dicek. Kalau ada yang bermasalah, segera dibetulkan,” ujar Kapolres Brebes AKB Sugiarto seusai apel Lilin Candi di halaman Islamic Center Brebes, Kamis (7/12).

Pada bagian lain, Balai Besar POM Kota Padang bersama Polda Sumatra Barat menggeledah salah satu gudang di kota itu dan menemukan 3.900 kilogram mi instan kedaluwarsa. Ribuan kilogram mi itu diduga akan diedarkan ke masyarakat. Pemerintah Kota Padang mengeluarkan imbauan agar masyarakat waspada akan peredaran mi kedaluwarsa. Dirreskrimsus Polda Sumbar Komisaris Besar Margianta mengatakan penggeledahan distributor mi itu dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi adanya dugaan pembuatan ulang mi kedaluwarsa untuk dijual kembali. (WJ/JI/YH/N-3)

Komentar