Polkam dan HAM

Praperadilan Jalan Terus

Jum'at, 8 December 2017 06:46 WIB Penulis: Richaldo Y Hariandja

MI/Rommy Pujianto

PENGADILAN Negeri Jakarta Selatan melalui hakim tunggal Kusno menyatakan bahwa sidang praperadilan Setya Novanto tetap dilangsungkan meskipun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas perkara Novanto ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Hakim Kusno mengacu pada Pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP yang menyebutkan 'Dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa oleh pengadilan negeri, sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai, maka permintaan tersebut gugur'.

"Kan perkara sudah dilimpahkan. Untuk itu, kami garis pendiriannya tetap Pasal 82 huruf d KUHAP, baru gugur setelah pemeriksaan pokok perkara dimulai. Kapan pemeriksaan pokok perkara? Sejak hakim yang menyidangkan pokok perkara 'ketuk palu' membuka sidang perkara," kata Kusno di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui hakim tunggal Kusno, kemarin, menggelar sidang praperadilan Setya Novanto dengan agenda pembacaan permohonan praperadilan dari pihak pemohon.

Ia pun menyatakan sidang lanjutan praperadilan Novanto akan dilanjutkan hari ini dengan agenda jawaban dari pihak KPK dan juga pengajuan bukti dari kedua belah pihak.

Dalam kaitan itu, KPK mengharapkan hakim tunggal Kusno dapat bersikap adil dalam memimpin sidang praperadilan yang diajukan Ketua DPR Setya Novanto yang menjadi tersangka korupsi proyek KTP elektronik.

"Harapan kami pengadilan dalam hal ini hakim tunggal bisa bersikap fair. Apa pun yang didalilkan pemohon, silakan, tetapi kami seyakin-yakinnya penetapan tersangka sudah benar, sesuai prosedur, dan dapat dibuktikan nanti di pemeriksaan sidang perkara pokok," kata Kepala Biro Hukum KPK Setiadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin.

Di lain sisi, Humas Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Ibnu Basuki menyatakan sidang dakwaan terhadap Novanto akan digelar pada Rabu (13/12). Akan tetapi, ia tak bisa memastikan apakah persidangan itu akan secara otomatis menggugurkan praperadilan yang sedang dijalankan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Bukan kapasitas saya (untuk menjelaskan), itu akademis," terang Ibnu saat ditemui di Peng-adilan Tipikor Jakarta, kemarin.

Lebih jauh, Ibnu menyatakan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menunjuk majelis hakim untuk menyidangkan perkara Novanto. Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Yanto, ditunjuk langsung menjadi ketua majelis hakim. Yanto menjadi ketua majelis menggantikan hakim Jhon Halasan Butarbutar yang dimutasi menjadi hakim Pengadilan Tinggi Pontianak.

"Untuk anggota majelis hakim ada Franki Tambuwun, Emilia Djajasubagja, Anwar, dan Ansyori Syaifudin," imbuh dia.

Penunjukan Yanto menjadi ketua majelis hakim, kata Ibnu, merupakan hak prerogatif dirinya sebagai Ketua PN Jakpus. "Dia sudah beberapa kali menangani perkara sidang."(Ant/X-6)

Komentar