Polkam dan HAM

Konvensi hanya Second Opinion

Jum'at, 8 December 2017 06:52 WIB Penulis: Bayu anggoro

MI/BAYU ANGGORO

PARTAI politik pengusung Ridwan Kamil (Emil) meminta penentuan calon wakil gubernur segera dilakukan. Sisa waktu pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum yang tidak lama lagi menjadi alasan utamanya.

Ketua DPW PKB Provinsi Jawa Barat Syaiful Huda mengatakan sisa waktu yang tinggal sebulan tergolong singkat dalam menghadapi pemilihan kepala daerah. "Waktunya tinggal satu bulan lagi. Belum nanti dipotong liburan Natal dan tahun baru," kata Huda seusai menggelar pertemuan dengan Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustopa dan Ketua DPW PPP Jawa Barat Ade Munawaroh, di Hotel Papandayan, Bandung, Rabu (6/12).

Jika Emil tetap memilih mekanisme konvensi untuk menentukan calon wakil gubernur, Huda meminta prosesnya segera dilakukan. "Paling telat minggu depan harus sudah dilakukan. Harus sudah diketahui hasilnya," kata dia.

Harapan serupa diungkapkan Saan. Dia berharap sosok pendamping Emil bisa segera diketahui. "Kita inginnya cepat," katanya. Ia berharap peserta konvensi dibatasi hanya figur yang direkomendasikan partai pengusung.

Lebih lanjut, Saan mengatakan hasil konvensi bukan harga mati dalam menentukan calon wakil gubernur. Artinya, pemenang konvensi belum tentu terpilih sebagai calon wakil gubernur. "Konvensi hanya second opinion bagi Kang Emil. Keputusan akhirnya tetap ada di tangan Kang Emil," jelasnya.

Berkenaan dengan munculnya berbagai hasil survei belakangan ini, Saan menyatakan partai pengusung akan menentukan lembaga survei yang kredibel untuk mengetahui popularitas dan elektabilitas setiap calon wakil gubernur. "Nanti lembaga surveinya disepakati bersama-sama," kata dia.

Pemilih perdesaan

Syaiful Huda pun berharap Emil memilih wakil yang mampu melengkapi karakteristiknya sebagai arsitek serta mampu meraih simpati pemilih di perdesaan. Pasalnya, mayoritas warga Jawa Barat tinggal di perdesaan.

"Saya berharap Kang Emil konsolidasi di perdesaan. Saya sangat berharap itu. Jawa Barat hampir 70% merupakan hamparan perdesaan," katanya di sela Pencanangan dan Deklarasi Gerakan Komunitas Desa, di Bandung, kemarin.

Oleh karena itu, dia berharap Emil memilih calon wakil gubernur yang memiliki kapabilitas untuk menata perdesaan. Terlebih, Emil merupakan teknokrat yang berhasil menata wilayah perkotaan. "Kalau suka menata kota, jadi carilah pasangan yang pandai menata desa," cetusnya.

Lebih lanjut, Huda menyatakan koalisi partai pengusung sepakat untuk bermusyawarah dalam menentukan cawagub. Musyawarah itu akan melibatkan masyarakat yang direpresentasikan oleh sejumlah tokoh. Dengan begitu, keputusan akhir terkait sosok calon wakil yang dipilih ada di tangan Emil. "Nanti hasilnya diserahkan kepada Emil. Dia yang menentukan siapa wakilnya."(P-3)

Komentar