Polkam dan HAM

Calon Kepala Daerah Mulai Saling Serang

Jum'at, 8 December 2017 07:07 WIB Penulis: FL/YK/Ant/P-3

Dosen Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi -- MI/ROMMY PUJIANTO

KRITIK Saifullah Yusuf terhadap Khofifah Indar Parawansa dinilai tidak etis, baik sebagai sesama bakal calon gubernur maupun sesama pejabat negara yang masih aktif di jajaran birokrasi.

"Gus Ipul kurang memahami persoalan terkait pengentasan rakyat dari kemiskinan, khususnya di Jawa Timur. Tidak sepatutnya mengkritik sesama bakal calon," kata pengamat politik dari Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi, di Surabaya, kemarin.

Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, dalam sebuah kesempatan mengkritik Khofifah selaku menteri sosial terkait penanggulangan kemiskinan melalui program charity dan bantuan sosial.

"Penilaian ini kurang tepat karena substansi dari program itu sejalan dengan formula pembangunan di Jatim selama sepuluh tahun di bawah pemerintahan Soekarwo," ujarnya.

Justru program-program Kemensos, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), ucap Airlangga, cukup efektif mengentaskan rakyat dari kemiskinan, termasuk masyarakat miskin ekstrem di Jatim yang sampai 2017 masih di angka 9%.

Mereka membutuhkan bantuan langsung lewat PKH serta bantuan pangan melalui subsidi beras agar bisa memenuhi kebutuhan hidup. "Tindakan sejenis pula yang dilakukan Pemprov Jatim karena untuk kalangan miskin ekstrem, tindakan yang bisa dilakukan ialah memberikan bantuan. Ini menunjukkan Gus Ipul kurang memahami persoalan terkait pengentasan rakyat dari kemiskinan."

Di sisi lain, DPP Partai Keadilan Sejahtera memastikan mendukung pasangan Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas dalam pemilihan kepala daerah Jawa Timur 2018. "PKS sudah tegas mendukung Gus Ipul di pilkada Jatim, bukan calon lainnya," tukas Ketua DPP PKS Sigit Sosiantomo.(FL/YK/Ant/P-3)

Komentar