Ekonomi

Tiongkok Memperketat Peraturan Penarikan Uang Tunai di Luar Negeri

Senin, 1 January 2018 17:00 WIB Penulis:

AFP PHOTO / Fred DUFOUR

TIONGKOK telah memperketat peraturan tentang berapa banyak pemegang kartu dapat menarik uang tunai di luar negeri dalam upaya untuk memberhentikan pencucian uang, pendanaan teroris dan penghindaran pajak. Aturan ini diharapkan bisa dijalankan dengan baik oleh para pemegang kartu.

Batas tahunan akan ditetapkan pada 100 ribu yuan (USD15.355) per orang dari Senin dan tidak peduli berapa banyak kartu yang dimiliki seseorang. Saat ini, ada tutup ATM tahunan 100 ribu yuan untuk setiap kartu terpisah, namun tidak ada yang menghentikan pengguna menarik berkali-kali jumlah ini dengan menggunakan beberapa kartu.

"Aturan baru ini akan mencegah pelanggar hukum untuk menarik sejumlah besar uang tunai dengan kartu yang berbeda dari bank yang berbeda," kata State Administration of Foreign Exchange Tiongkok, seperti dikutip dari AFP, Senin, 1 Januari 2018.

Siapa pun yang melebihi batas akan dilarang menarik uang tunai ke luar negeri selama sisa tahun ini dan tahun berikutnya. Langkah tersebut dilakukan karena Tiongkok telah berjuang dengan capital flight dan memperketat kontrol modal tahun ini guna membendung arus keluar uang.

Sementara itu, Tiongkok akan tetap mengikuti kebijakan fiskal proaktif dan kebijakan moneter yang berhati-hati pada 2018. Langkah itu diambil untuk mendorong pembangunan berkualitas tinggi sambil menanggung risiko finansial. Kondisi tersebut tentunya seiring dengan perbaikan yang terus dilakukan.

"Orientasi kebijakan fiskal proaktif akan dipertahankan. Sementara struktur pengeluaran fiskal harus dioptimalkan," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah Konferensi Kerja Ekonomi Pusat yang disimpulkan pekan lalu.

Dukungan fiskal untuk bidang utama dan proyek akan dipastikan sekaligus mengurangi pengeluaran reguler, sesuai dengan pertemuan tahunan terpenting negara mengenai pekerjaan ekonomi. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, ketika sebuah kebijakan fiskal proaktif juga diterapkan, prioritas untuk 2018 harus menjadi investasi yang baik. (mtvn/OL-8)

Komentar