Megapolitan

RPTRA Kalijodo... Dibangun Ahok, Dicuekin Anies

Senin, 1 January 2018 22:47 WIB Penulis: Akmal Fauzi

Dok MI

SEMPAT ngetop di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, kawasan Kalijodo saat ini seperti meredup. Ikon baru Ibu Kota ini tampaknya dikesampingkan di era Gubernur Anies Baswedan.

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di perbatasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat itu menjadi oase di tengah minimnya lahan bermain anak di Jakarta. Kehadirannya diharapkan menjadi pusat keramaian dan rekreasi baru warga Ibu Kota.

Namun, saat ini, dukungan Pemprov DKI mengendur. Sebut saja, malam perayaan tahun baru di Jakarta, Kalijodo tidak dimasukkan dalam daftar tempat perayaan oleh Pemprov DKI. Buktinya, perayaan di Jakarta Barat dipusatkan di Kantor Wali Kota dan Kota Tua, sedangkan Jakarta Utara dipusatkan di Danau Sunter dan Ancol.

Pihak pengelola akhirnya urunan menggunakan dan pribadi untuk merayakan pesta pergantian tahun dengan menyuguhkan pesta kembang api dan dua panggung hiburan.

"Ini semata-mata untuk menghibur warga Jakarta yang datang ke Kalijodo. Kami patungan saja untuk buat acara kembang api dan panggung musik," kata pengelola RPTRA-RTH Kalijodo, Jamal, Senin (1/1).

Bahkan, kata Jamal, sejak jadi Gubernur, Anies belum pernah menginjakkan kakinya ke Kalijodo.

"Baru Pak Sandi (Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno) yang pernah ke sini. Saya lupa kapan pastinya," ungkapnya.

Dukungan Pemprov DKI terakhir ke Kalijodo untuk mempercantik kawasan ini yakni saat mendatangkan Patung Menembus Batasyang terdiri atas empat segmen pecahan Tembok Berlin dan 14 figur manusia baja sebagai ikon baru Kalijodo.

Saat itu, Djarot Saeful Hidayat yang menjabat sebagai Gubernur meresmikannya pada Oktober 2017 dimeriahkan kehadiran grup band Slank. Warga riuh dan menyambut baik adanya patung menembus batas itu.

Pun demikian, Kalijodo masih menjadi magnet warga Ibu kota datang menghabiskan waktu libur bersama keluarga. Tak kurang dari 1000 pengunjung jg setiap Sabtu-Minggu hadir menikmati wahana permainan anak, bermain di skate Park dan berfoto di patung menembus batas.

Harapan mereka, Kalijodo harus diperhatikan agar pengunjung nyaman berkunjung. Sebut saja soal fasilitas tempat sampah yang kurang dan kurang sigapnya Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

"Selain kesadaran pengunjung, tempat sampah agak jauh jadi banyak berserakan. Petugasnya juga jarang. Ya lebih ke pengawasan dan kesigapan aja dari Pemprov tolong diperhatikan," kata Panji, 31, salah satu pengunjung Kalijodo saat ditemui.

Satria, 38, pengunjung lainnya yang datang bersama istri dan dua anaknya berharap, ada kegiatan rutin di RPTRA-RTH Kalijodo.

"Kalau dulu kan sering di aula serbaguna, acara hiburan. Ya intinya yang baik dipertahakan jangan dilupakan," ujarnya

Taman Kalijodo ini merupakan perpaduan antara RPTRAdan RTH. Untuk RPTRA menempati area seluas 5.489 meter persegi dan luas bangunan 1.468 meter persegi, sedangkan RTH memiliki luas sekitar 2000 meter persegi.

cerita buram tempat lokalisasi itu disulap menjadi sebuah taman kota dan menjadi icon baru bagi warga Jakarta. Taman ini dilengkapi dengan skate park dan BMX Park bertaraf internasional. Maka tak heran, taman itu selalu dipenuhi warga. (OL-2)

Komentar