Polkam dan HAM

Jokowi Menang Voting Capres 2019 versi Fadli Zon

Rabu, 3 January 2018 19:07 WIB Penulis: Astri Novaria

ANTARA/WIDODO S JUSUF

DI awal 2018, Plt Ketua DPR RI Fadli Zon membuat polling di akun Twitter miliknya soal pemilihan presiden di 2019 mendatang. Di akunnya, Fadli yang memiliki 828 ribu lebih pengikut itu menanyakan jika pemilihan presiden dilakukan hari ini, siapa yang dipilih. Pilihannya ada dua, yakni Joko Widodo atau Prabowo Subianto.

Polling yang ia unggah pada pukul 07.17 WIB dan berakhir pada pukul 13.20 WIB itu diikuti oleh 30.336 pemilih. Hasilnya, 55% memilih Joko Widodo dan 45% memilih Prabowo Subianto.

Melihat hasilnya, netizen pun berkomentar beragam. Ada yang menyoroti kekalahan Prabowo di polling tersebut seperti yang ditulis akun @andi_naqsya77, "Udahlah pak jgn bikin poling2an, malu kan bikin poling jagoan neonnya kalah."

Ada yang menyayangkan tidak adanya calon lain selain kedua tokoh tersebut seperti yang ditulis oleh akun @Aniessa_Andi, "Ngasih pilihan itu yg setara. Muda dgn yg muda utk Indonesia maju, Jokowi dgn SMI atau Gatot misalnya. Yg udah apkiran kyk Prabowo gak usah diajak2lah."

Ada pula yang menduga polling ini akan dihapus oleh Fadli lantaran hasilnya tidak memenangkan Ketua Umum Gerindra tersebut seperti yang ditulis akun @danus_marwanto, "Jangan dipantengin aja.. screenshot juga... siapa tahu bentar lagi dihapus si zon."

Bukan kali ini saja Fadli membuat polling lewat Twitternya. Sebelumnya, Fadli sempat membuat voting tandingan di Twitter yang mempertarungkan Prabowo dan Jokowi di Pemilu 2019 mendatang. Hasilnya berbeda dengan polling kali ini.

Prabowo unggul di angka 56%, sedangkan Jokowi berada di posisi kedua dengan angka 24%. Bahkan, Fadli sempat mengklaim voting yang dilakukannya itu lebih valid dibandingkan lembaga survei lainnya sebab jumlah pemilihnya lebih banyak daripada responden di lembaga survei biasa.

Meskipun kalah di polling yang ia buat, Fadli menilai raihan 45% untuk Prabowo tidak membuat Fadli kecewa. Ia tetap yakin polling Prabowo akan terus meningkat mendekati Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

"Ya indikatornya H-15 bulan kan. Artinya Pak Prabowo belum turun sudah 45%, begitu. Dan kita kan belum tahu juga nanti. Sebagai indikator awal, saya kira saya hanya ingin tahu sebenarnya sejauh mana, terutama bagaimana di netizen menanggapinya," ujar Fadli saat dihubungi.

Pihaknya juga meyakini jika Prabowo sudah sosialisasi ke masyarakat, maka polling Prabowo saat head to head dengan Jokowi akan meningkat. Sebab saat ini mantan Danjen Kopasus itu belum memulai sosialisasinya ke masyarakat. Meskipun kali ini hasil pollingnya Prabowo kalah dengan Jokowi, Fadli juga mengungkapkan ingin menggelar polling serupa secara berkala.

"Jadi sangat mungkin meningkat. Karena sekarang saja dalam satu posisi yang banyak belum bergerak dan memang belum bergerak sama sekali boleh dibilang, sudah 45 persen. Artinya peluang untuk Pak Prabowo untuk mengalahkan Pak Jokowi atau melebihi itu sangat besar," tandasnya. (OL-6)

Komentar