Humaniora

Kasus Difteri di DKI Meningkat Drastis

Kamis, 4 January 2018 06:45 WIB Penulis: (Mal/SY/Ind/H-3)

ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

SEPANJANG 2017 tercatat ada 109 kasus penderita difteri di DKI Jakarta. Jumlah itu menjadi kasus yang paling banyak jika dibandingan dengan tahun-tahun sebelumnya. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjelaskan, kasus di 2017 meningkat signifikan. Pada 2014 tercatat ada 4 kasus difteri. Di 2015 ada 10 kasus, pada 2016 ada 17 kasus, dan di 2017 me-lonjak jadi 109 kasus. “Jadi lompatannya cukup tinggi karena itu kita melakukan langkah-langkah yang juga extraordinary,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta, rabu 93/1).

Anies memastikan pihaknya terus menggalakkan upaya-upa-ya pencegahan. Salah satunya melalui Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi ulang pascakejadian luar biasa (KLB). Saat ini sudah ada 622 ribu anak di bawah usia 19 tahun terimunisasi dari total 1,2 juta sasaran. Menurutnya, program ORI juga akan menyasar orang dewasa di atas 19 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto menambahkan, orang dewasa yang ingin imunisasi difteri bisa mendatangi rumah sakit milik Pemprov DKI. Biayanya Rp50 ribu. Rencananya, ke depan biaya itu akan ditanggung Pemprov DKI.
“Namun sekarang yang di atas 19 tahun silakan mandiri dulu (membayar dengan uang pribadi),” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan ­Timur, menetapkan ­penyakit difteri sebagai KLB setelah ditemukan satu pasien positif difteri dari Kecamatan ­Balikpapan Barat. “Sesuai prosedur, bila ditemukansatu pasien positif difteri, maka dinyatakan sebagai KLB. Dengan penetapan status KLB ini, Dinkes Balikpapan didukung penuh Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim untuk menanggulangi mulai dari pengadaan vaksin dan lainnya,” ujar ­Sekretaris Daerah Kota Balikpapan ­Sayid MN Fadli, di Balikpapan, Rabu (3/1).

Kementerian Kesehatan sendiri saat ini tengah memetakan ulang daerah-daerah yang akan dijangkau program ORI. Sebelumnya, Kemenkes berencana melakukan ORI di 82 kabupaten/kota. Saat ini, ORI sudah dilakukan di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. “Untuk wilayah selanjutnya harus ada evaluasi. Karena ada wilayah yang sudah imunisasi mandiri sehingga tidak ada kasus baru. Sebaliknya, ada juga wilayah lain yang baru muncul kasus, seperti di Nusa Tenggara, mulai ada laporan kasus,” katanya, kemarin. (Mal/SY/Ind/H-3)

Komentar