Megapolitan

Uang Tol Seret, Truk Sampah Keluar Rute

Jum'at, 12 January 2018 10:45 WIB Penulis:

ANTARA/Risky Andrianto

AROMA busuk menyesakkan dada kerap dihirup warga di kawasan Ceger dan Bambu Apus, Jakarta Timur.

Hal itu akibat rombongan truk sampah dari dan menuju Tempat Pembuangan Sementara Terpadu (TPST) Bantargebang melintas.

Seharusnya, truk-truk sampah melintas di tol.

Nyatanya, mereka sering melanggar aturan tersebut. Mereka sering melewati jalan di pinggir tol, di antaranya Jalan Ceger dan Bambu Apus.

"Truk sampah banyak yang lewat kalau pagi, sekitar jam 07.00-08.00. Saya tau persis, soalnya tiap hari saya jualan di sini. Baunya ampun," kata Rohim, pedagang mainan di sekitar Jalan Bambu Apus, kemarin.

Dari pantauan di sana, sepanjang Jalan Bambu Apus menuju gerbang masuk tol terlihat beberapa truk sampah yang melintasi Jalan Bampu Apus.

Ada bak truk sampah yang ditutupi terpal berwarna biru.

Ada pula truk yang melintas dengan diikuti tetesan air sampah sepanjang jalan.

Seorang ibu yang tengah menyapu halaman rumahnya yang terletak di tepi Jalan Bambu Apus menutup hidungnya ketika mencium aroma sampah dari truk sampah yang melintas.

Diki, salah satu sopir truk sampah yang ditemui, mengakuinya.

Menurutnya, memang aturannya untuk mengangkut sampah dari Pasar Rebo harus melalui tol untuk menuju TPST Bantargebang.

Namun, dia sering kali melanggarnya dan lebih sering melewati Jalan Ceger.

"Ya gimana lagi, terpaksa lewat jalan biasa, bukan lewat tol. Karena duit buat bayar tol tidak ada."

Pria yang telah menjadi sopir truk sampah TPST Bantargebang selama tujuh tahun ini mengatakan sering kali anggaran sopir untuk membayar tol keluar tak menentu waktunya.

Normalnya sebulan sekali cair.

Seringnya malah molor menjadi tiga bulan sekali. Dia tidak memiliki uang lebih untuk membayar tol dulu.

"Apalagi sekarang ongkos tol naik. Saya tidak ada uang buat nombokin bayar tol," tambahnya.

Berdasarkan adendum pada 26 Oktober 2016, rute truk sampah TPST Bantargebang, yakni DKI Jakarta-Cibubur-Nasio-Jatisapurna-Jalan Narogong (1 -- 24 jam semua jenis kendaraan.

Rute DKI Jakarta-Tol Bekasi Barat-TPST Bantargebang (05.00-21.00) jenis kendaraan Konvektor.

Rute DKI Jakarta-Tol Bekasi Barat-TPST Bantargebang (21.00-05.00) jenis kendaraan dump truck.

Rute Tol Jatiasih-TPST Bantargebang (24 jam).

Saat menanggapi truk yang masih keluar dari rute kesepakatan, Kepala Satuan Pelaksana Pengolahan Energi Terbarukan TPST Bantargebang, Rizky Febrian, mengatakan pengoperasian truk termasuk jalur yang dilalui sudah sesuai dengan prosedur dan perjanjian yang disepakati.

Begitu pun dengan jam operasional tiap rute.

"Kalau ada yang melanggar, silakan dilaporkan," ujar Rizky.

Terkait dengan kondisi truk, diakui Rizky, pihaknya akan memperbarui jenis truk dan ditambahkan lagi jumlahnya.

Memang hingga saat ini masih ada truk yang masih menyebabkan tetesan-tetesan air sampah. (Inten Suhartien/J-3)

Komentar