Ekonomi

Perkembangan Teknologi Dukung Daya Saing

Jum'at, 12 January 2018 23:41 WIB Penulis: (E-1)

Dok MI

MENTERI Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional Bambang S Brodjonegoro mengatakan industri perlu mengantisipasi perkembangan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing di pasar global.
“Daya saing industri saat ini bukan lagi ditentukan upah murah dan sumber daya alam, melainkan sudah beralih kepada pemanfaatan teknologi dan penguasaan teknologi informasi,” kata Bambang saat memberikan orasi ilmiah pada acara Dies Natalis Ke-57 Fakultas MIPA Universitas Indonesia di Depok, sebagaimana dikutip Antara, Jumat (12/1).

Menteri Bambang menambahkan, pelaku industri harus mencermati industri di luar negeri saat ini telah mengganti peran manusia dengan robot. “Tidak tertutup kemungkinan investor Jepang, Korea, dan Tiongkok yang semula masuk ke Indonesia karena upah tena­ga kerja murah akan kembali merelokasi ke negara mereka karena sudah dapat digantikan dengan robot,” kata Bambang. Pemerintah, lanjutnya, telah mengingatkan hal ini kepada kalangan industri agar terus memperkuat riset dan inovasi, apalagi pada 2025 Indonesia akan menghadapi ledakan usia produktif (bonus demografi).

Bambang mengatakan pelaku ekonomi jangan terbuai oleh pertumbuhan ekonomi 5% dan PDB sebesar Rp13.500 triliun karena kapasitas ekonomi Indonesia memang besar dan ada pertumbuhan ekonomi. “Dampak dari pesatnya teknologi informasi telah menimbulkan fenomena destruction terutama di sektor jasa perdagangan,” ujar

Bambang mencontohkan banyaknya industri ritel yang terpaksa menutup usaha mereka atau mengurangi ekspansi sebagai akibat hadir dan bertumbuhnya riteler berbasis e-commerce dengan memanfaatkan teknologi informasi. Tidak itu saja, salah satu perusahaan taksi terbesar juga terkena dampak dari kemajuan teknologi informasi dengan hadirnya angkutan berbasis daring. mNamun, Bambang menjelaskan kehadiran teknologi informasi bukanlah ancaman apabila dapat dikuasai dengan baik. (E-1)

Komentar