Megapolitan

Omzet Oplosan Sebulan Raup Rp600 Juta

Sabtu, 13 January 2018 07:00 WIB Penulis: (SM/Ant/J-1)

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

MARKAS Besar Polri kemarin menggerebek sebuah gudang yang selama ini menjadi tempat pengoplos ribuan tabung gas ukuran 12 kilogram dan 40 kilogram. Pengoplosan di gudang itu dituding sebagai penyebab kelangkaan gas di Jakarta dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Warsito mengatakan gudang yang berada di Kaveling DPR Blok C, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, tersebut dalam sehari mampu mengoplos 1.000 tabung gas dengan total pekerja mencapai 30-an orang.

“Gudang ini sangat besar dan memberikan dampak yang luar biasa karena beberapa waktu lalu sempat terjadi kelangkaan,” ujarnya. Modusnya, sambung Setyo, seperti biasa ialah dengan memindahkan gas dari tabung 3 kilogram yang harganya mendapat subsidi dari pemerintah ke tabung 12 kilogram dan 40 kilogram. “Praktik ini sudah berjalan selama tiga bulan,” ujar Setyo. Untuk mengisi tabung ukuran 12 kilogram, pelaku memanfaatkan empat tabung gas ukuran 3 kilogram. Tabung yang berukuran 40 kilogram diisi dari 17 tabung ukuran 3 kilogram.

Tabung gas yang telah dioplos itu kemudian dijual ke masyarakat di wilayah Jabodetabek. Karena besarnya jumlah produksi serta wilayah penjualan, beberapa waktu lalu sempat terjadi kelangkaan tabung gas ukuran 3 kilogram, termasuk di Kota Tangerang.
Dijelaskan Irjen Setyo, pelaku mengoplos gas ukuran 3 kilogram ke ukuran 12 kilogram dan 40 kilogram adalah untuk mendapatkan keuntungan besar. Sementara itu, omzet yang diperoleh dari kegiatan pengoplosan tabung gas mencapai Rp600 juta setiap bulannya.
“Dari usaha pengoplosan yang dilakukan oleh pelaku, diperoleh pemasukan dalam satu bulan yakni mencapai Rp600 juta,” kata Setyo.

Tabung disita
Tim dari Bareskrim Polri sempat kesulitan saat akan memasuki kawasan pabrik gas oplosan itu. Hal tersebut disebabkan di sekitar lokasi tersebut banyak pegawai pabrik yang menjadi tukang pukul di sekitar lokasi pabrik. “Penyelidikan ini memang memakan waktu agak lama. Tidak mudah orang bisa akses ke sini. Petugas sempat pun enggak bisa masuk karena di depan sudah dijaga,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya.

Atas perbuatan tersebut, para pelaku dijerat dengan Pasal 62 jo Pasal 8 Ayat 1 huruf a UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU No 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Pasal 53 huruf d. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara selama lima tahun, atau denda maksimal Rp2 miliar.

Dari hasil penggerebekan yang dilakukan Direktorat Tindak Pindana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri tersebut, satu pelaku berinisial Frenki ditahan. Selain itu, barang bukti yang disita polisi dari hasil pengungkapan tersebut ialah 4.200 gas ukuran 3 kilogram, 396 tabung gas ukuran 12 kilogram, dan 110 tabung gas ukuran 50 kilogram. (SM/Ant/J-1)

Komentar