Internasional

Aktivitas Situs Nuklir Korut Meningkat

Sabtu, 13 January 2018 09:51 WIB Penulis: AFP/Hym/I-1

AFP

KOREA Utara (Korut) telah memperbesar atau meninggikan terowongan di lokasi uji coba nuklir utamanya, sebuah kajian Amerika Serikat (AS) melaporkan.

Aktivitas Korut itu meningkat bahkan di saat ketegangan di Semenanjung Korea mereda setelah dimulainya kembali dialog antar-Korea yang telah tertunda lama.

Citra satelit menunjukkan peningkatan aktivitas di lokasi Punggye-ri.

Troli dan personel pertambangan sering terlihat dan tumpukan limbah penggalian meninggi, kata situs 38North yang dihormati, Kamis (11/1).

"Kegiatan ini menegaskan Korut terus berupaya untuk mempertahankan potensi lokasi Punggye-ri untuk pengujian nuklir di masa depan," tulis laman tersebut.

Lima uji coba nuklir Pyongyang terakhir telah dilakukan di bawah Gunung Mantap di Punggye-ri di barat laut negara itu. Semuanya di Terowongan Utara.

Setelah serangkaian gempa kecil di daerah tersebut, 38North melaporkan Oktober lalu situs tersebut mungkin menderita kondisi geologis Tired Mountain Syndrome.

Sindrom ini mengacu pada efek ledakan nuklir di bawah tanah pada batuan sekitarnya, yang banyak retak dan menjadi semakin mudah dirembesi.

Foto-foto terbaru mengindikasikan Terowongan Utara 'tidak aktif' dengan pengeringan air terjadi di pintu masuk.

Namun, penggalian terowongan telah ditingkatkan di Portal Barat.

Di tempat lain di lokasi itu ada aktivitas yang tidak biasa dengan sekitar 100-120 personel berbaris dalam formasi di halaman. Tujuan mereka tidak diketahui.

Foto-foto itu diambil pada Desember sesaat sebelum pemimpin Korut Kim Jong-un menyampaikan pidato Tahun Baru yang memperingatkan Presiden AS Donald Trump bahwa 'tombol nuklir' ada di mejanya, tetapi juga menawarkan untuk mengadakan pembicaraan dengan Korsel.

Tawaran itu menghasilkan dialog resmi pertama antara kedua Korea dalam lebih dari dua tahun, dan sebuah kesepakatan untuk Pyongyang mengirim delegasi ke Olimpiade Musim Dingin bulan depan di Korea Selatan.

Namun, Korut tidak menjanjikan program senjatanya dalam perundingan itu.

Komentar