Pilkada

Pilkada Jatim Penuh Hentakan tak Terduga

Sabtu, 13 January 2018 17:59 WIB Penulis: Micom

PENGAMAT politik asal Universitas Airlangga Surabaya Haryadi menilai dinamika kontestasi Pilkada Jawa Timur 2018 diwarnai hentakan-hentakan politik yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

"Pilkada Jatim juga tak pernah ada rujukan bandingan dengan pilkada di tempat lain atau pun pada waktu lain di Indonesia," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (13/1).

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tersebut menyampaikan hentakan-hentakan terjadi sejak awal proses pencalonan kandidat saat menjelang hingga setelah mendapatkan rekomendasi dari partai politik.

"Seperti saat Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim dua periode mendampingi Soekarwo terkesan kuat akan mendapat tongkat estafet berupa dukungan maju," ucapnya kepadas Antara, Sabtu (13/1).

Menurut dia, beberapa kali Pakde Karwo berupaya menarik Gus Ipul agar masuk ke Partai Demokrat, tapi selalu ditolak Gus Ipul karena merasa tetap nyaman sebagai representasi NU.

Hentakan lainnya, ialah saat Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang sejak awal sudah dicalonkan PDIP untuk mendampingi Gus Ipul sebagai calon Wakil Gubernur Jatim, tiba-tiba mundur dari pencalonan karena beredarnya foto orang yang diduga Azwar Anas bersama seorang perempuan.

Mundurnya Azwar membuat PDIP mesti berpikir keras mencari pengganti. Pada saat yang sama diwarnai dengan merapatnya sejumlah partai ke kubu Gus Ipul dengan menawarkan calon pendamping. Baru di detik-detik terakhir, PDIP akhirnya menetapkan pengganti Azwar yakni Puti Guntur Soekarnoputri. (X-12)

Komentar