Film

Misteri Rumah Tua dan Teror Kunci Terakhir

Ahad, 14 January 2018 00:46 WIB Penulis: FD/M-4

DOK. INSIDIOUS MOVIE

PARANORMAL Elise Rainer (Lin Shaye) yang sudah pensiun kembali beraksi. Tidak semata kasus yang dihadapinya, di sekuel ke empat ini, menceritakan masa lalu Elise yang penuh mistis.

Sejak kecil, Elise sudah memiliki kemampuan melihat sosok dunia lain. Ia menjalani ke­sehariannya berhadapan dengan iblis, baik secara harfiah maupun metafora. Begitu juga dengan masalah pribadi dan masa lalunya serta orangtuanya yang terus menghantuinya hingga dewasa.

Insidious: The Last Key, sebagian besar mengambil setting tahun 2010, sesaat sebelum peristiwa di film pertama. Begitu juga dipenuhi dengan kilas balik, dimulai dengan prolog pada era 1950-an dan menggambarkan masa kecil yang menakutkan bagi seorang Elise.

Elise, putri seorang sipir penjara, tinggal di sebuah rumah yang berderit di bawah bayang-bayang penjara New Mexico. Bakatnya itu menarik rasa ingin tahu adiknya Christian (Pierce Pope) meski ketakutan menghantui kamar mereka dengan kehadiran sosok anak kecil. Gerald (Josh Stewart) sang ayah tidak mempercayai kemampuannya, sedangkan Aubrey (Tessa Ferrer) sang ibu, percaya dengan kelebihan yang dimiliki Elise dan dia mengakuinya memang berbeda.

Pada adegan awal, saat dihukum sang ayah. Elise mendapati dirinya terperangkap di ruang bawah rumah. Ia mendapat petunjuk untuk mengikuti suara seorang anak kecil agar membuka pintu merah, yang ternyata punya konsekuensi tragis.

Konsekuensi itu pun yang kembali ia hadapi di masa kini, terutama saat Elise mengangkat telepon dari pemilik baru rumah masa kecilnya. Sang pemilik baru itu mengalami fenomena aneh. Karena iba, Elise pun memutuskan kembali ke New Mexico dengan dua asistennya Specs (Leigh Whannell) dan Tucker (Angus Sampson).

Penghuni rumah itu memiliki kemiripan yang mencolok dengan ayahnya bahkan gaya berjalannya. Elise hampir tidak menemukan kejadian aneh di rumah itu sampai berbagai penampakan mulai menyeruak dalam bayangan.

Di kota itu, Elise kembali bertemu dengan saudaranya dan kedua putrinya yang telah dewasa. Christian sempat marah dan menyalahkan Elise karena telah meninggalkannya.

Elise meminta maaf dan membujuk Christian untuk menguak misteri rumah mereka dan menyelamatkan penghuni baru rumah itu. Tak lama, keduanya pun memutuskan kembali dan rangkaian peristiwa menakutkan pun terjadi.

Pendapatan

Yang menarik perhatian di sekuel ini ialah sosok Lin Shaye yang memerankan Elise. Aktris veteran seperti Shaye sudah jarang menjadi tokoh utama. Meski demikian, perempuan berusia 74 tahun itu membayar penuh kepecayaan itu dengan totalitas perannya dalam setiap adegan. Ia sangat menakutkan bagi iblis-iblis yang berhasil dikalahkannya.

Disutradarai Adam Robitel dengan pengawasan para produser ternama, Jason Blum, Oren Peli, Steven Schneider, dan James Wan, film berdurasi hampir 2 jam ini mendapat tempat tersendiri bagi penikmat film horor di seluruh dunia.

Sejak dirilis perdana pada 2010, Insidious telah menarik minat banyak penonton. Kisah setan yang diberikan bumbu jumpscare secara klasik kian menjadi penyegar dari kejenuhan bentuk film horor di Hollywood.

Penonton Indonesia juga menjadi varian tersendiri dalam menikmati tontonan horor versi lokal dan luar negeri, masing-masing memiliki sensasi ketegangan tersendiri dalam menampilkan sajian horor, baik lewat efek kemera maupun suara yang bikin kuduk merinding.

Dilansir Forbes, Minggu (7/1) Insidious: The Last Key sukses meraup pendapatan sebesar US$29.268 juta. Film ini menepati urutan kedua, film horor yang mengejutkan di Januari dengan pendapatan di angka sekitar US$30 juta. Selain The Mystery Inside (2012) dengan US$33 juta.

Begitu juga, film ini mengawali premier dengan baik di 2018 dari pendahulunya Insidious: Chapter 3 (2015) dengan US$22 juta. Namun, pendapatan akhir pekan ini masih lebih kecil dari Insidious: Chapter 2 pada 2013 yang meraih US$40 juta. (FD/M-4)

Komentar